Laksanakan PTM, Harnojoyo: Sekolah Harus Terapkan Prokes

Tampak murid sekolah Dasar (SD) sedang mengikuti belajar tatap muka di ruang kelas. Sebanyak 30 sekolah SD dan SMP di Palembang mulai laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas pada Senin, (6/9/2021). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin

Palembang – Ukhuwahnews | Pemerintah kota Palembang laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai Senin, (6/9/21) hari ini. PTM ini dilakukan setelah status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Palembang turun menjadi level 3.

Sekolah tatap muka sudah dilaksanakan di 30 sekolah mulai dari tingkat dasar dan menengah pertama.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo menegaskan meskipun saat ini PTM mulai dilaksanakan, setiap sekolah harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat.  

“Hari ini sudah 30 sekolah yang melaksanakan sekolah tatap muka, dengan mengutamakan protokol kesehatan,” ujar Harnojoyo saat peninjaun PTM di SMPN 27 Palembang.

Lebih lanjut ia mengatakan akan dilakukan peninjauan kesiapan belajar tatap muka di seluruh sekolah yang ada di Palembang.

“Kedepannya kita akan liat sekolah yang belum melaksanakan PTM. Akan ditinjau, apabila sudah siap nanti kita laksanakan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya. Senin, (6/9/21).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto menjelaskan, dalam minggu ini akan dilakukan verifikasi serta evaluasi terkait pelaksanaan PTM.

“Tiap minggu akan kita evaluasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan kita stop belajar tatap mukanya,” katanya.

Ia menambahkan, sementara ini kuota siswa yang hadir hanya 30 persen saja, dengan dua kali pertemuan dalam satu minggu pembelajaran.

“Dalam satu minggu dua kali pertemuan dibagi 30 persen yang hadir dalam satu kelas,” paparnya.

Menyambut sekolah tatap muka, salah satu wali murid SMP,  Sri mendukung penuh dengan sudah mulai diadakannya PTM di Palembang.

Dirinya menilai dengan PTM siswa akan lebih mudah menyerap materi yang di sampaikan oleh guru.

“Karena secara langsung, jadi materinya lebih mudah dipahami siswa,” ujar Sri.

Meskipun begitu, ia juga meminta agar sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, agar tidak terjadi kloter baru penyebaran corona.

“Sekolah harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Itu demi terjaganya para siswa dari covid-19,” pungkasnya.

Reporter: Krisna Aldrin Gunawan
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *