Lagi, Si Jago Merah Lahap Lahan Gambut Sumsel

Pemadaman Api dibantu oleh helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kebakaran terjadi di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pamulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Ogan Ilir – Ukhuwahnews | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pamulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Rabu (4/8) kemarin petang. Kebakaran sendiri sudah berlangsung selama tiga hari sejak Senin (2/8) lalu.

Menurut Cik Usin, salah satu anggota Satuan Tugas dari tim Manggala Agni kebakaran kali ini hampir merambat ke pemukiman warga setempat.

“Takutnya nanti kena pemukiman, bahaya kalau sampai melalap rumah. Nanti apinya besar,” ujarnya panik.

Saat ditanyai berapa hektar lahan yang terimbas, Cik Usin tidak mengatakan hitungan pastinya.

“Itu nanti kita ukur dulu menggunakan alatnya, tapi mungkin ratusan hektar lebih,” tambahanya.

Satuan Tugas Manggala Agni sedang memadamkan api. Dengan bantuan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir. Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Pemadaman api sendiri melibatkan tiga regu Manggala Agni yang terdiri dari satu wilayah Ogan Ilir, dan dua sisanya Banyuasin.

Selain Manggala, terdapat juga bantuan dari tim TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir.

Di tempat yang sama, Kepala Manggala Agni Daops Sumatera – XIV Banyuasin, Mauludin mengatakan, kebakaran kali ini merupakan lanjutan dari kebakaran pada Senin (2/8) lalu.

“Ini lanjutan kebakaran dari hari pertama kemarin, karena angin berubah-ubah sehingga menjalar ke lokasi yang belum terbakar,” katanya.

Namun, disisi lain Manggala Agni merasa terbantu dengan adanya pemadaman udara oleh helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Mauludin menambahkan penyebab api susah dipadamkan karena adanya angin yang terus berubah dan menyebabkan api cepat menjalar.

“Kebakaran kali ini cukup ekstrem, karena angin terus berubah-ubah. Hal itulah yang membuat kebakaran ini terus terjadi selama tiga hari terakhir” pungkasnya.

Reporter: Dwi Reynaldi
Editor: Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *