Kanwil Sumsel Lakukan Pemantauan Hilal di Rafah Tower UIN RF

Pemantauan hilal dihadiri oleh beberapa civitas akademik UIN Raden Fatah Palembang. Ukhuwahfoto/Bagus Rizki.

Palembang – Ukhuwahnews | Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menetapkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah sebagai tempat pemantauan hilal. Kegiatan tersebut dilakukan di atap Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah, Jum’at, (01/04/2022).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Deni Priansyah mengatakan, hilal sulit dilihat karena cuaca yang tidak mendukung.

“Pada sore matahari terbenam, menurut hisab hilal sudah di atas ufuk, maka hilal pada sore ini bisa dirukyat. Namun, untuk di Kota Palembang tidak dapat dirukyat karena pengaruh cuaca,” tutur Deni.

Matahari terbenam pada pukul 18.07 WIB dengan ketinggian hilal di Palembang pada sore ini dua derajat 35 menit 13 detik di atas ufuk ma’ri.

Lanjut, Deni menyampaikan tentang azimuth matahari, yakni sudut yang diukur dengan derajat menurut perputaran jam mulai dari titik utara 0° sampai 360°.

“Azimuth matahari terbenam empat derajat 34 menit 58 detik di utara titik barat dan azimuth bulan terbenam dua derjat 41 menit 20 detik di utara titik barat,” jelasnya.

Kemudian, Deni juga menyampaikan bahwasanya jika ada wilayah yang terlihat hilal maka malam ini sudah masuk 1 ramadan 1443 H. Namun, jika belum terlihat maka 1 Ramadan ditetapkan pada Ahad (03/04/2022).

“Jika ada wilayah yang bisa melihat hilal berdasarkan kriteria imkanur rukyah, yaitu ketinggian hilal harus tiga derajat, maka maka malam ini sudah masuk 1 Ramadan 1443 H,” jelasnya.

Hasil ruqyat sore ini akan disampaikan kepada Kemenag untuk menjadi bahan penetapan melalui sidang isbat.

Baca Juga: Kapolri dan Gubernur Sumsel Cek Pasokan Minyak di Pasar

Rukyatul hilal menggunakan alat bantu optik berupa teleskop. Ukhuwahfoto/M Ilham Akbar.

Selain itu, Mahasiswa UIN RF Serina Wati mengungkap rasa senang karena bisa melihat proses ini secara langsung.

“Saya sangat senang sekali karena bisa melihat pemantauan hilal secara langsung. Biasanya cuma bisa melihat siaran di tv,” terangnya.

Kemudian, Serina juga berharap untuk informasi pemantauan hilal ini bisa diberitahukan kepada orang-orang yang lebih luas.

“Jika ada pemantauan hilal ini bisa diinformasikan kepada orang-orang yang ingin melihat karena untuk kali ini hanya beberapa orang saja yang mengetahui fenomena ini”, jelasnya.

Pemantauan hilal ini dihadiri Kakanwil Kemenag, Komisi Fatwa, Ketua Yayasan Masjid Agung, Nahdlatul Ulama, Muhammdiyah, dan Kepala TU dari pihak UIN Raden Fatah.

Pemerintah mengumumkan hasil sidang isbat untuk menentukan awal puasa atau 1 Ramadan 1443 H. Berdasarkan hasil sidang, awal puasa disepakati dimulai pada Minggu (03/04/2022).

Reporter: Imelda Melanie Agustin
Editor: Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *