Ikuti Fatwa MUI Sumsel, Masjid Hidayatul Mukhlisin Gelar Salat Id Meski Masuk Zona Merah

Umat Islam sedang melaksanakan salat berjamaah di masjid. Ukhuwahfoto/M. Wahyu

Palembang – Ukhuwahnews | Ikuti Fatwa MUI Sumsel mengenai Penyambutan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Masjid Hidayatul Mukhlisin tetap menggelar Salat Idul Fitri (Id) meski berada pada zona merah dan tak masuk daftar 30 kelurahan yang diperbolehkan Salat Id.

Pemerintah Kota Pelembang sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran tentang wilayah yang boleh melaksanakan salat id secara berjamaah. Ketua Masjid Hidayatul Mukhlisin, Ridwan menyampaikan bahwa kegiatan salat id akan tetap diadakan di tengah pandemi berdasarkan fatwa MUI Sumsel Nomor 002/MUI-SS/V/2021 dan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes).

Inshallah, kita akan tetap melaksanakan salat id bersama dengan tetap memperhatikan ketentuan prokes, karena saat ini diindikasikan bahwa Sumsel khususnya Kota Palembang ditetapkan sebagai zona merah,” jelasnya.

Ridwan juga menyampaikan salah satu faktor diadakannya salat id bersama di tengah pandemi ini karena besarnya tuntutan masyarakat kepada pengurus masjid.

“Dalam rangka kemaslahatan umat, kami sebagai pengurus masjid memutuskan untuk mengadakan salat id bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan, akan ada berbagai bentuk prokes yang akan disiapkan oleh pengurus masjid, dalam rangka menaati peraturan pemerintah untuk menanggulangi wabah virus Covid-19.

“Disaat hari pelaksaan nanti, panitia akan menyiapkan masker bagi yang tidak memiliki masker, tempat cuci tangan, dan juga jarak shaf salat antar jamaah sehingga acara dapat berjalan lancar tanpa melanggar peraturan yang ada,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar bisa bekerjasama dengan masyarakat dalam menangani wabah ini khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Alangkah baiknya agar pemerintah juga lebih bersinergi bersama masyarakat dalam edukasi protokol kesehatan walaupun terbatasnya aktivitas di tengah pandemi ini, sehingga masyarakat yang telah memahami edukasi tersebut bisa mengedukasi masyarakat lainnya”, harapnya.

Sementara itu, salah satu penduduk di sekitar masjid, Ghani mangatakan bahwa ia mendukung pelaksanaan Salat ID bersama walaupun Palembang menjadi salah satu zona merah.

“Saya sangat mendukung diadakannya salat id agar bisa bersilaturahmi dengan tetangga karena sudah sangat lama saya tidak bisa bertemu dengan mereka, karena terbatasnya aktivitas pada saat pandemi saat ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, salah seorang mahasiswa Al-Azhar Cairo, Izzan (20) juga mendukung pelaksanaan salat id berjamaah. Namun, menanggapi keputusan yang telah dibuat oleh pemerintah dan ulama juga tidak dapat disalahkan.

“Kita tidak boleh menyalahkan pemerintah maupun ulama yang sudah berijtihad dalam menentukan legalisasi pelaksaanan salat id ini, tetapi saya pribadi mendukung untuk diadakannya salat id tanpa mencela saudara kita yang berbeda opini dengan kita,” tutupnya.

Reporter : M. Abdul Yahya
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *