Hutan Harapan di Sumsel Terancam Deforestasi

IST

Palembang – Ukhuwahnews | Hutan Sumsel saat ini masih terjadi deforestasi, hal tersebut disebabkan oleh pembukaan lahan baru untuk infrastruktur dan pembangunan, kata Direktur Eksekutif Hutan Kita Institute (HAKI), Aidil Fitri dalam Outlook Jurnalis 2021 series ke-4 yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang.

Menurut Aidil, banyaknya deforestasi yang terjadi dikarenakan hutan yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah justru kurang pengawasan dan perlindungan. Akhirnya kondisi hutan yang baik di Sumsel kian menurun.

“Deforestasi ini terjadi di beberapa wilayah Sumsel, apalagi kebakaran hutan dan pembakaran liar,” katanya pada hari Rabu, (06/01/21).

Selanjutnya, Aidil mengatakan ancaman deforestasi ini juga dikhawatirkan dengan dibukanya pembangunan jalan tambang. Di mana lokasinya berada di daerah konsesi Hutan Harapan atau tepatnya di Sungai Lalan. Padahal hutan yang memiliki kualitas bagus di Sumsel hanya berada di Hutan Harapan yang berada di perbatasan Sumsel-Jambi.

“Ini juga akan berdampak kepada bencana ekologi dan konflik masyarakat dengan pengelola, terutama suku anak dalam yang tinggal di kawasan tersebut,” ujarnya.

Selaras dengan itu, Pengamat Lingkungan dan juga Dosen UIN Raden Fatah, Yenrizal mengatakan, lingkungan merupakan persoalan bersama yang perlu disampaikan ke publik apa saja yang terjadi di tempat tinggal manusia dan mahluk lainnya ini. Menurutnya, lingkungan bukan hanya berkaitan dengan manusia tetapi juga berpengaruh terhadap ekosistem di bumi ini.

“Karena itu, persoalan lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama, khususnya porsi besar yang merupakan beban pemerintah. Tanggung jawab pemerintah sangat besar sebagai pengambil kebijakan,” katanya via Zoom.

Ia menambahkan, peran media massa dan jurnalis juga sangat penting karena tentunya merekalah yang bisa membangun opini bersama terhadap problem yang terus terjadi saat ini, khususnya di bidang lingkungan.

Selain itu, jurnalis juga memiliki keleluasaan untuk mencari dan mendapatkan data atas segala koneksinya sehingga semakin benar data tersebut, semakin mampu mengontrol kondisi.

“Jadi jurnalis ini merupakan ujung tombak untuk pelestarian lingkungan, pengingat saat bencana dan upaya-upaya perusakan lainnya. Kolaborasi antara juranlis dan organisasi lingkungan juga penting sehingga memunculkan simbiosis mutualisme untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Reporter : Rezzy Saputra
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *