Duta Pertanian Sumsel Bersama Pemuda Tani HKTI Gelar Seminar Nasional, Pembangunan Industri Kelapa Sawit untuk SDGS 2030

Sumber : IST

Palembang – Ukhuwahnews |Duta Pertanian Sumatra Selatan (Sumsel) bersama Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Muara Enim menggelar seminar nasional dengan tema “Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Mewujudkan Sustainaible Development Goals (SDGS) 2030” di Hotel Harper Palembang, Senin (22/2/21).

Direktorat Bioenergi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Elis Herviati mengatakan bahwa realisasi dan bauran energi memiliki tujuan tersendiri.

“Tujuan pembangunan berkelanjutan buaran energi ialah menghapus kemiskinan dan memenuhi kebutuhan domestik lebih dari 50%,” ujarnya dalam seminar.

Lebih lanjut, Elis berharap program bauran energi yang telah di lakukan sejak 2015 ini dapat mengurangi impor gas LPG (Liquified Petroleum Gas).

“Diharapkan pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit tersebut dapat menurunkan kuantitas gas LPG impor yang telah mencapai 50%,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PalmOil Agrobusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menambahkan, kelapa sawit berkonstribusi untuk mewujudkan SDGS internasional.

“Minyak dari sawit sangat terjangkau untuk kalangan umum, memiliki kualitas yang tinggi, nilai kompetitif, vitamin A dan E yang tinggi, ini merupakan contoh target dari SDGS internasional,” pungkasnya.

Dilain hal, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, tujuan didirikannya organisasi pada tahun 1981 ini untuk menyatukan para pengusaha dibidang perkebunan.

“Saat tahun 1981 kami sudah membuat visi dan misi yaitu, mewujudkan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan sebagai sumber kesejahteraan,” jelasnya.

Alex juga menyatakan, Industri kelapa sawit memberikan berbagai peluang juga benefit yang cukup baik untuk masyarakat secara luas, tidak hanya menguntungkan perseorangan ataupun suatu afiliasi saja.

“Sawit tidak hanya dinikmati oleh perusahaan saja tetapi juga masyarakat. Contohnya, perbandingan antara tanaman plasma, swadaya yang dimiliki oleh petani berjumlah hampir sama dengan jumlah tanaman yang dikelola oleh perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, Alex juga berharap untuk mendapat dukungan dari pemerintah dan rekan-rekannya dalam menambah jumlah anggota organisasi untuk memajukan kepentingan industri kelapa sawit.

“Semakin banyak anggota, maka kami akan semakin kuat dan apa yang kami sampaikan kepada pemerintah pun semakin solid,” tegasnya.

Reporter : Odelia, M. Yahya Abdullah (Anggota Magang)

Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *