Belum Mendapat Izin, Masjid Cheng Ho Tetap Laksanakan Salat Idul Fitri

Kondisi dalam Masjid Cheng Ho Kota Palembang, Selasa (11/5/21). Terlihat tanda silang di saf salat. Hal ini bertujuan untuk mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak ketika salat Ied berjamaah. Ukhuwahfoto/Annisa Dwilya Budaya.

Palembang – Ukhuwahnews | Berdasarkan surat edaran pemerintah Nomor 1222 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19, tertulis wilayah yang diperbolehkan salat Ied di masjid hanya wilayah zona kuning dan zona hijau. Namun, masih ada masjid di Kota Palembang yang berada di zona berisiko namun tetap melaksanakan salat Ied. Salah satunya adalah Masjid Cheng Ho.

Masjid Cheng Ho merupakan salah satu masjid besar di Kota Palembang. Berdasarkan pemetaan risiko penularan covid-19 menurut kecamatan dan kelurahan yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palembang, wilayah Masjid Cheng Ho berada dalam zona oranye, yaitu Kecamatan 15 Ulu Kelurahan Seberang Ulu I. Kendati demikian, salat Ied tetap dilakukan di masjid tersebut.

Wakil bendahara kepengurusan Masjid Cheng Ho, Merry Effendi mengatakan, pengurus Masjid Cheng Ho telah mengajukan surat izin kepada pejabat setempat untuk melaksanakan salat Ied, seperti Ketua RT, Camat dan Lurah.

“Kita tetap salat Ied. Karena kita tidak bisa menghalangi orang-orang untuk salat. Jamaah yang datang juga tidak mungkin membawa penyakit jika mau salat,” kata Merry saat diwawancarai di sekretariatan Masjid Cheng Ho. Selasa, (11/5/21).

Merry juga menambahkan, untuk jamaah salat Ied nantinya hanya orang-orang yang tinggal di komplek Masjid Cheng Ho itu berada, tepatnya di Perumahan Atlit Type 100, Jln Cheng Ho Jakabaring Palembang.

“Untuk protokol kesehatan tetap dijalankan. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Kalo ada jamaah yang tidak menggunakan masker, kita kasih,” lanjutnya.

Saat diwawancarai, Merry menyatakan bahwa surat pernyataan masih dalam proses. Sehingga belum ada keputusan pasti apakah diizinkan atau tidak shalat Id di Masjid Cheng Ho.

“Walaupun tidak disetujui, kami pengelola Masjid akan tetap melaksanakan salat Ied. Ya namanya tempat beribadah, tidak mungkin kita melarang orang untuk salat. Masa orang mau ibadah kita suruh pulang, kan ga mungkin,” tutupnya.

Senada dengan itu, satuan pengamanan Perumahan Atlit Type 100, Ali Burzah juga menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada instruksi dari ketua RT mengenai ada atau tidaknya salat Ied di Masjid Cheng Ho.

“Kalau ketua RT dan pengurus masjid sudah memberitahu bahwa tidak salat Ied, maka perumahan akan kami tutup untuk orang umum,” kata Ali di posko keamanan.

Ali menambahkan, saat ini masih menunggu intruksi dari ketua RT terkait salat Ied di Masjid Cheng Ho.

“Sah sah saja kalo salat Ied di masjid. Tetapi jika ada peraturan dari pemerintah tidak boleh salat Ied di Masjid Cheng Ho, terpaksa kami harus mengikuti aturan tersebut,” tutupnya.

Reporter: Annisa Dwilya Budaya
Editor: Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *