Aksi Kedua Jegal Pengesahan Omnibus Law Berakhir Cheos

Massa aksi yang tergabung dari mahasiswa dan buruh dipukul mundur oleh petugas dengan gas air mata dan watercanon. Terlihat dua anggota polisi dan mahasiswa mengamankan diri. Kamis, (8/10/20). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin Gunawan

Palembang-Ukhuwahnews | Ribuah mahasiswa dan buruh gelar aksi kedua penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh Presiden. Aksi yang dilakukan di depan Kator DPRD Provinsi Sumsel ini berakhir cheos. Kamis, (8/10/20).

Awalnya massa aksi berkumpul di luar kantor DPRD Sumsel pukul 13.30 Wib, menggelar orasi dari perwakilan kampus wilayah Sumsel. Dilanjutkan masuk ke kantor DPRD pukul 14.00 dengan tertib.

Koordinator Aksi, Andi Leo meminta agar pimpinan menemui massa aksi. Meminta agar tuntutan aksi diterima dan disampaikan ke Kantor Pusat DPR RI.

Ada lima tuntutan yang dilayangkan, diantaranta adalah Menolak Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, Menggagalkan Penandatangannan UU Cipta Kerja oleh Presiden RI, dan Meminta agar seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa mengkaji kembali RUU Omnibuslaw Cipta Kerja.

Keadaan aksi semakin panas, karena pimpinan tak menemui massa aksi yang telah menunggu dua jam lamanya. Alhasil sekretaris DPRD Sumsel, Ramdhan S menemui massa aksi dan mengatakan Ketua DPRD tidak sedang berada di Palembang.

Massa aksi terus mendesak agar pimpinan memberangkatkan perwakilan mahasiswa ke Jakarta guna konsolidasi dan menyampaikan tuntutan yang telah dilayangkan sebelumnya. Namun taka ada tanggapan.

Akhirnya pada pukul 16.00, aksi ricuh setelah salah seorang massa aksi melemparkan botol. Satuan Gabungan Polisi pun sigap memukul mundur massa dengan gas air mata dan watercanon.

Mobil satuan petugas kepolisian yang dirusak oleh massa aksi. Mobil ringsek sampai terbalik. Kamis, (8/10/20). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin Gunawan

Keadaan semakin memanas saat pagar gedung DPRD dirusak oleh massa dan mobil yang terparkir di depan gedung dirusak oleh massa aksi. Tak ayal, pedagang yang berjualan ditengah-tengah aksi juga menjadi korban.

Cheos ini berlangsung cukup lama, sampai massa aksi membakar ban dan memblokade jalan. Kepulan asap memadati jalan sekitar kantor DPRD. Pada pukul 18.00 aksi dibubarkan dengan memadamkan ban yang dibakar oleh massa di tengah jalan.

Reporter : Khofifah
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *