Aksi Jurnalis se-Sumsel Tuntut Tuntaskan Kasus Kekerasan Nurhadi

Masa Aksi dari Koalisi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers di Palembang, Sumatera Selatan memegang poster untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa Jurnalis Tempo (Nurhadi) di Surabaya. Kamis, (01/04/21). Ukhuwahfoto/Adam Rachman

Palembang – Ukhuwahnews | Berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers kasus ancaman wartawan mencapai 117 kasus. Hal tersebut juga terjadi kepada Jurnalis Tempo, Nurhadi pada Sabtu, (27/02/21). Kejadian itu membuat para Jurnalis se-Sumatera Selatan menggelar aksi damai membela kekerasan terhadap Nurhadi tersebut.

Peserta aksi diikuti oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palembang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumsel, LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah, LPM Warta Politeknik Negeri Sriwijaya (WPS) Polsri, LPM Fitrah UMP, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, Hutan Kita Institut (Haki) dan Perkumpulan Lingkar Hijau (PLH).

Sesuai jadwal, aksi ini berjalan dari pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Dalam aksi tersebut menuntut penandatangan petisi, aksi parade poster, teaterikal orasi dan pembagian masker dengan mematuhi serta menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19.

Aksi ini menuntut tiga hal, diantaranya mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Nurhadi. Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua AJI, Prawira Maulana.

“Yang pertama mendesak Kapolda Jawa Timur untuk menangkap para dalang yang melakukan kekerasan terhadap Nurhadi, kedua meminta Kapolri medisiplinkan penegak hukum dalam menyikapi kerja jurnalis, ketiga kita juga menyerukan kepada Polda dan masyarakat Sumsel untuk tidak melakukan kekerasan terhadap Jurnalis,” katanya.

Ratusan Jurnalis di Palembang, Sumatera Selatan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap kekerasan terhadap Jurnalis di Indonesia. Rabu, (01/04/21). Ukhuwahfoto/Adam Rachman

Selain itu, Direktur Intelkam Polda Sumsel, Ratno Kuncoro mengatakan Polda Sumsel telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur bahwa Kapolda Jawa Timur telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di Surabaya tersebut.

“Jadi terkait kasus di Surabaya kami sudah melakukan penelitian dan kooordinasi ke Kapolda Jatim, mereka juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut,” katanya.

Ratno juga menyarankan agar kawan-kawan media melaporkan hal ini pada lembaga terkait.

“Kami tahu rekan-rekan juga masih terbuka peluang dan sudah dilakukan asosiasi Jurnalis media untuk melaporkan hal ini pada lembaga-lembaga negara seperti Ombudsman, Komnas HAM, dan KOMPOLNAS jadi itulah saluran-saluran yang bisa disampaikan” tutupnya.

Ril/ AJI Palembang
Editor : M Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *