Ibu Pertiwi dalam Ironi

Foto : Google Image

Penulis Puisi : Aisyah Safitri (Anggota LPM Ukhuwah, UIN Raden Fatah Palembang)

Gelap gulita merajalela ibu pertiwi
Derap langkah para pejuang terdahulu bersedih hati
Terbelenggu dalam negeri yang kelabu
Merapal do’a berharap negeri akan besatu

Kekosongan terjadi di setiap sudut kota
Berlagak memakai topeng bak dewa
Wahai para penguasa yang lupa akan amanah
Tak peduli tentang rakyatmu yang berdarah-darah

Lihatlah, lihat para rakyatmu
Mencari sesuap nasi pun mereka tak tahu
Berjalan tergopoh-gopoh dengan baju lusuh
Mengorek keadilan yang entah dimana bersimpuh

Hei! Dimanakah letak lorong cahaya?
Kami tidak tahu, sungguh itulah adanya

Rasanya bertaruh nyawa pun tidak ada artinya lagi
Jika melihat negeri yang dalam ironi ini
Gelisah dan tak tahu arah menerjang kami
Dibandingkan para penguasa yang tidak peduli

Wahai para pejuang terdahulu
Apakah kalian merindukan negeri yang dulu?
Jika seperti itu, kami pun akan selalu begitu
Tak pernah ingin hidup di negeri pilu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *