Hilang

Karya : Siti Srijaya Agustina (Pengurus LPM Ukhuwah | Mahasiswi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang)

Foto : Internet

Seketika pandangan mata menjadi kelam.

Tetesan demi tetesan air hujan pun kini tak memiliki arti yang mendalam.

Mataku sekejap terpejam.

Membayangkan kehancuran yang nyata, namun terpendam.


Wajah perkasa itu makin membuatku geram

Yang berhasil membuat hati ini menangis tanpa suara yang tajam.

Engkau terlihat biasa, bahkan hadir tanpa salam.

Seolah melupakan bibir manis yang engkau rasakan dengan hasrat dan dalam.


Tatap mataku duhai kekasihku!

Lihat sinar yang tak lagi memiliki arti untuk mu.

Senyummu yang indah semakin meyakinkanku untuk pergi jauh darimu.

Butiran kata mutiara pun tak lagi berhasil menghasut ku.


Hembusan angin yang berusaha membelamu tak berani untuk mendekatiku.

Haruskan aku melontarkan dengan lantang kepadamu.  

Engkau telah kehilangan ku.

Sebuah berlian terpendam yang sangat berharga untukmu.


Dan akhirnya sang  berlian pergi meninggalkan mu.

Kini, saatya tuhan melanjutkan tugasnya untukmu

Memberikan kehancuran yang telah lama menunggumu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *