Unjuk Rasa Nasional di Palembang, Mahasiswa Bakar Keranda

Palembang – Ukhuwahnews | Unjuk rasa nasional di Kota Palembang digerakkan aliansi mahasiswa se-Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Aliansi Cipayung Plus dan Aliansi Organisasi Daerah Mahasiswa Sumsel, di Simpang 5 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dalam demo tersebut dilakukan bakar simbolis aksi oleh demonstran, yaitu keranda yang berisi ban. Senin (11/04/22).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan 11 tuntutan diantaranya penolakan penundaan pemilu, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), pajak pertambahan nilai (PPN) dan sembako, serta menolak tiga periode masa jabatan Joko Widodo sebagai Presiden.

Demonstrasi berlangsung ricuh dengan aksi saling lempar oleh mahasiswa kepada aparat kepolisian. Massa melemparkan benda tumpul seperti batu, botol plastik, dan barang-barang yang berbahaya lainnya. Begitu juga sebaliknya, kepolisian juga melakukan penangkapan bagi peserta yang melakukan provokasi maupun bersikap anarkis.

Para mahasiswa konvoi menuju Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel dengan menggunakan mobil pick up dan diikuti massa lainnya dengan berjalan kaki. Ukhuwahfoto/Rio Romadhoni.
Para demonstran memadati sekitar pagar kawat yang menjadi pembatas aksi. Ukhuwahfoto/Adrian Sidik.
Pagar betis pihak kepolisian dan pagar kawat duri menghalau massa aksi menuju gerbang Gedung DPRD Sumsel. Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar.
Demonstran membakar keranda berisi ban yang menjadi simbolis aksi tersebut. Ukhuwahfoto/Rio Romadhoni.
Salah seorang pengendara ojek online turut meramaikan aksi demonstrasi oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palembang. Ukhuwahfoto/Wisnu Akbar.
Massa mendekap salah satu demonstran yang terlibat konflik. Ukhuwahfoto/Wisnu Akbar.
Aparat kepolisian membentuk formasi perlindungan dari massa aksi. Ukhuwahfoto/Rio Romadhoni.

Baca Juga: Bentrok Demo Mahasiswa, Polisi Amankan Sejumlah Masa Aksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *