FEBI Jadi Fakultas Pertama Gelar Sidang Skripsi Online

UIN – Ukhuwahnews | Sejak tanggal 7 April 2020 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sudah mulai melakukan sidang skripsi atau munaqosah secara online. Dengan begitu, FEBI menjadi fakultas pertama di UIN Raden Fatah Palembang menjalankan sidang akhir untuk S1 secara daring.

Dekan FEBI, Dr. Qodariah Barkah, M. H.I mengatakan, sidang munaqosah tersebut telah berjalan selama dua hari yaitu hari Selasa (7/4) dan Rabu (8/4) sebanyak dua mahasiswa. Sidang berikutnya akan dilanjut pada hari Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4) mendatang.

Alhamdulillah sudah dua hari pelaksanaan sidang secara daring dan berjalan lancar. Semuanya berada di lokasi masing-masing,” ujarnya Sabtu, (11/4/20).

Dirinya menambahkan, mekanisme sidang yang dijalankan tetap seperti sidang tatap muka dengan durasi yang sama. Bedanya hanya dilakukan secara daring.

“Sama seperti sidang biasa, ada ketua, sekretaris sidang, dua orang penguji dan peserta ujian yang dilaksanakan selama satu jam,” imbuhnya.

Sidang yang digelar melalui aplikasi Zoom tersebut, menurut Qodariah terdapat sedikit kendala. Sehingga mengakibatkan adanya gangguan saat sidang berlangsung.

“Gangguan sinyal atau bandwith low memang membuat sedikit kendala, tapi yang penting mahasiswa tak terhambat untuk munaqosah di tengah kondisi physical distancing ini,” jelasnya.

Di akhir percakapan melalui pesan Whatsapp, Ia berharap agar mahasiwa tetap melanjutkan proses perkuliahan mulai dari bimbingan, administrasi surat menyurat hingga pendaftaran ujian, meskipun kini sedang dihadapkan dengan pandemi COVID-19.

Stay safe, stay healthy, stay happy, yakinlah ada hikmah di balik musibah ini,” tutupnya.

Potret sidang munaqosah online fakultas ekonomi dan bisnis islam (FEBI) UIN Raden Fatah Palembang dengan aplikasi zoom, Rabu (8/4/20). Foto : IST

Sementara itu, sebagai peserta sidang, Yuni Safitri mahasiswa jurusan Perbankan Syariah semester delapan mengatakan, sidang secara daring dapat membantu mahasiswa yang jadwal sidangnya sempat tertunda karena semua warga kampus dirumahkan.

“Jadinya kampus tetap bisa patuh dengan peraturan pemerintah untuk tetap di rumah dan studi mahasiswa juga bisa tetap berjalan,” katanya.

Meskipun secara daring, Yuni mengaku tetap bisa meraih nilai dengan predikat amat baik (A). Nilai tersebut disampaikan langsung oleh ketua sidang setelah sidang selesai melalui aplikasi Zoom.

“Alhamdulillah Saya lulus dengan memperoleh nilai amat baik,” pungkasnya.

Reporter: Fitria
Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *