Cegah Penyebaran Virus Corona, UIN RF Alihkan Sistem Kuliah Daring

Ilustrasi: Jaiwan Nada Rismin

UIN RF – Ukhuwahnews | Mulai tanggal 16 Maret sampai 1 April 2020, Sistem Kuliah Tatap Muka Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang diganti dengan Sistem Kuliah Daring (virtual learning).

Hal tersebut disampaikan, Wakil Rektor III, Dr. Rr. Rina Antasari, M. Hum menyatakan, ketentuan ini dimuat dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pihak Rektorat UIN Raden Fatah Palembang No: SE-188/Un.09/1.3/HK.007/03/2020.

“Surat Edaran ini dibuat berdasarkan Instruksi dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2020 terkait anggota pengarah dan ketua tim gugus penanganan virus corona dalam menyikapi kondisi Negara Republik Indonesia,” ucapnya saat diwawancarai di gedung Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Senin (16/3).

Lebih lanjut, Rina juga mengatakan, kuliah akan tetap dilaksanakan melalui virtual learning yang sebelumnya sudah pernah dilakukan.

“Kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui media daring (Online). Dosen tetap memberikan tugas yang akan dikirimkan melalui sosial media seperti WhatsApp, E-mail, Instagram, dan lainnya,” ucapnya.

Tidak hanya perkuliahan yang dilakukan secara daring, layanan administrasi umum, akademik dan keuangan memaksimalkan penggunaan aplikasi E-Office.  Dalam surat itu juga petinggi UIN Raden Fatah menghimbau bagi mahasiswa untuk menghindari kontak fisik dan melakukan social distancing kepada siapapun.

Merespon dari surat edaran tersebut, terdapat pemahaman yang berbeda bagi mahasiswa. Seperti yang disampaikan mahasiswa Jurusan Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniora semester 2, Widodo mengatakan, tindakan tersebut keputusan yang bagus sebagai bentuk antisipasi.

“Menurut saya tindakan itu bagus, karena dalam bentuk waspada dan antisipasi penyebaran virus tersebut. Kalau kuliah daring ini sedikit ribet, masih enak kuliah tatap muka. Biasanya kalau di kelas kami mendengarkan penjelasan langsung dari dosen, sedangkan kuliah jarak jauh ini bakal banyak tugas nantinya,” sampainya.

Kendati begitu, berbeda dengan apa yang dirasakan oleh mahasiswa bakal diwisuda pada 28 Maret 2020. Yofi Pranata mengatakan, ketika mengetahui pelaksanaan wisuda ditunda dirinya merasa dirugikan.

“Saya pribadi sebagai mahasiswa yang akan diwisuda dan ingin segera menyelesaikan jenjang pendidikan merasa dirugikan. Dari keputusan kampus itu saya hanya bisa mengikuti meski dengan berat hati harus ditunda. Harapannya itu, semoga tidak jauh dari tanggal 1 April pelaksanaan wisuda dapat diberlangsungkan,” tutupnya.

Reporter: Syifa Nabila, Bunga Yunielda

Editor: Rezzy Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *