Bimbingan Skripsi Online, dari Keluh Kesah Hingga Sisi Positif

sumber : http://bimbingan-ta.radenfatah.ac.id/

UIN RF – Ukhuwahnews | Tak hanya perkuliahan yang berjalan secara daring, proses bimbingan skripsi yang dijalani mahasiswa akhir pun turut mengunakan media daring. Namun, di balik itu semua, keluh kesah pun dirasakan mahasiswa.

Salah satunya, Revi Devi Yanti mahasiswa semester delapan jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Ia mengaku dosen pembimbing skripsinya kurang memberikan respon yang kooperatif ketika melakukan bimbingan daring.

“Pembimbing Saya kurang kooperatif ketika melakukan bimbingan, karena respon yang diberikan dosen selama bimbingan online sangat lama,” ujarnya melalui  whatsapp, Ahad (5/4/20).

Kondisi dosen yang kurang bisa memberikan kepastian waktu tersebut membuat Revi merasa kerepotan. “Sehingga saya perlu waktu lebih untuk tahu apakah skripsi saya diterima atau harus diperbaiki,” imbuhnya.

Kendati begitu, Revi menyetujui solusi yang diterapkan kampus untuk melaksanakan perkuliahan secara daring. Meski dalam kondisi pandemi COVID-19, Ia tetap melanjutkan bimbingan melalui aplikasi whatsapp, e-mail hingga web yang diberikan kampus.

“Hari kerja kan Senin hingga Jumat, Saya harap untuk bimbingan online dosen bisa memberikan kepastian waktu,” harapnya.

Beralih ke sisi positif dari bimbingan online, Revi mengatakan kalau dirinya dapat meminimalisir biaya print dan ongkos pulang pergi ke kampus yang jarak dari rumahnya terbilang cukup jauh.

“Apalagi jika mengalami revisi, pasti perlu banyak biaya untuk cetak,” sampainya.

Bila dapat memilih, Revi ingin melakukan bimbingan secara tatap muka. Karena, jika harus melakukan revisi terhadap skripsi, dirinya bisa mendapat koreksi yang lebih jelas dari dosen pembimbing.

“Selain itu, kalau secara online juga harus lebih hati-hati dalam pemilihan kata, karena khawatir salah ngomong,” ujarnya.

Sedangkan Mahasiswi semester delapan Jurusan Psikologi Islam, Witri Maulani Rahayu memiliki pendapat yang berbeda. Dirinya yang menggunakan aplikasi resmi UIN Raden Fatah tersebut mengatakan, metode yang diberikan justru mempermudah mahasiswa sehingga tidak harus menunggu dosen pembimbing.

“Apalagi untuk pembimbing yang sukar ditemui, jadi lebih mudah karena tinggal unggah file saja. Kemudian mahasiswa hanya perlu menunggu komentar dari dosen,” katanya.

Namun, menurut Witri, cara ini menjadi kurang efektif karena tidak leluasa melakukan diskusi secara daring.  “Terkadang Saya punya  masalah dalam skripsi, dan hal itu sulit diungkapkan dengan tulisan sehingga butuh diskusi,” paparnya.

Di sisi lain, salah satu Dosen Pembimbing Skripsi, Anang Walian, M. Hum menyambut baik bimbingan daring  yang menjadi alternatif di tengah kesibukan dosen dan kondisi pandemik saat ini.

“Kita juga harus mengikuti perkembangan informasi dan teknologi (IT), salah satunya melalui bimbingan online ini,” jelasnya pada Kamis, (10/4/ 2020).

Selama bimbingan daring, Anang memanfaatkan situ yang disediakan UIN Raden Fatah Palembang yakni http://bimbingan-ta.radenfatah.ac.id dan juga via whatsapp.

Dirinya menambahkan, untuk melakukan bimbingan daring terdapat sisi positif dan negatifnya. “Positifnya bisa adaptif terhadap perkembangan IT, negatifnya sebenarnya yang harus direvisi banyak, jadi kurang tuntas menyampaikannya ke mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Anang, bimbingan dengan metode ini membuat komunikasi tatap muka menjadi berkurang sehingga tidak efektif dari segi substansinya. Namun, tetap efektif secara teknis.

“Saya setuju dengan bimbingan online, tetapi lebih ideal jika dikombinasikan dengan cara manual,” pungkasnya.

Reporter: Fitria
Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *