Yuk Ketahui Manfaat dan Syarat Donor Darah

Sumber: Freepik

Darah menjadi bagian tubuh yang dapat dengan mudah kamu berikan kepada orang lain, kerana tubuh akan melakukan regenerasi untuk menggantikan darah yang hilang. Tahukah kamu, bahwa rata-rata orang dewasa mempunyai sekitar 5 liter darah yang berada di dalam tubuh.

Donor darah merupakan aktivitas memberikan atau menyumbangkan darah secara sukarela. Darah sering dibutuhkan oleh orang-orang yang menderita penyakit tertentu, seperti Anemia Gravis, Myelodysplastic Syndrome (MDS), Thalassemia atau mengalami luka berat.

Pada umumnya donor darah berlangsung selama 5-10 menit dan jumlah yang diambil setidaknya 470 ml. Tapi kita tidak perlu khawatir akan kekurangan darah, karena tubuh kita secara alami akan memproduksi darah kembali.

Faktanya darah yang sudah didonorkan memliki waktu ketahanan maksimal selama 42 hari. Ini berarti, kebutuhan darah untuk kepentingan medis cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan donasi secara teratur.

Kemenkes RI menyatakan, ketersedian darah untuk keperluan donor minimal sebesar 2,5 persen dari populasi penduduk. Hal ini agar kebutuhan darah dapat terpenuhi. Setidaknya Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai wadahnya membutuhkan 5 juta kantong darah setiap tahun.

Terdapat dua jenis donor darah dalam dunia medis. Pertama, donor darah pengganti, yang dilakukan ketika seseorang mendonorkan darahnya dan pendonor megetahui pasien penerimanya. Biasanya, pendonor merupakan anggota keluarga atau kerabat.

Sementara itu jenis donor darah yang kedua yaitu, donor darah langsung yang dilakukan ketika seseorang mendonorkan darahnya tanpa mengetahui penerimanya. Jenis donor darah langsung biasa digunakan untuk stok Palang Merah Indonesia (PMI).

Sayangnya, tidak semua orang dapat melakukan donor darah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar proses pendonoran dapat berjalan lancar, aman dan baik bagi pendonor maupun penerima.

Sesudah melakukan proses pemindahan, darah akan diproses terlebih dahulu agar terbebas dari penyakit menular seperti HIV, Hepatitis B dan C, Virus Zika, dan Infeksi.

Terkhusus untuk perempuan yang sedang mengalami menstruasi masih bisa mendonorkan darahnya, asalkan tidak sedang sakit atau kadar hemoglobinnya normal saat melakukan donor darah.

Dilansir dari laman Give Blood, pria boleh mendonorkan darahnya setiap 12 minggu dan wanita dapat memberikan darahnya setiap 16 minggu. Maksimal lima kali dalam dua tahun karena pria biasanya memiliki lebih banyak persediaan zat besi daripada wanita.

Saat kita ingin mendonorkan darah ada hal yang perlu kita perhatikan. Pastikan tubuh kita dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk menjaga kualitas darah sebelum donor, hindari makanan berlemak, cukupi asupan protein, vitamin C, dan zat besi serta jangan lupa perbanyak minum air putih.

Disarankan untuk tidak melakukan olahraga berat dan tidak mengonsumsi minuman keras. Setidaknya satu hari sebelum donor darah dan pastikan tubuh kita tidur dengan cukup.

Kita juga disarankan untuk makan yang cukup serta minum banyak air atau jus buah agar menghindari dari rasa lemas, pusing setelah donor darah.

Pada dasarnya donor darah adalah tindakan medis yang aman untuk dilakukan dan tidak menimbulkan keluhan yang berarti setelah melakukan pendonoran. Namun, terkadang ada beberapa orang yang mengalami efek samping, seperti rasa nyeri ringan atau memar di lokasi suntikan dan pusing.

Selain dapat menimbulkan efek samping, donor darah juga memberikan banyak manfaat seperti, menurunkan resiko terkena penyakit jantung, resiko kanker, membantu menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius, membuat kita lebih sehat secara psikologis dan memperpanjang usia. Yuk Donor darah !!!

Reporter: Krisna Aldrin Gunawan
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *