Udara Terasa Panas Sebelum Terjadi Hujan, Normal Gak Sih?

Black woman sweating and trying to refresh at home. Sumber/Pixabay.

Penulis: Masnona Zahirah Yulian (Anggota LPM Ukhuwah)

Hallo Sobat Ukhuwah, kalian pernah tidak merasa udara di sekitar kita terasa panas sebelum hujan ? Kira-kira, apa ya penyebabnya? Simak yuk penjelasannya!

Sebelum itu mungkin kita harus tau dulu definisi dari hujan, hujan merupakan jatuhnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi yang sebelumnya mengalami proses penguapan dari sungai, laut, ataupun danau. 

Pada dasarnya ada tiga proses utama dalam siklus air, yaitu evaporasi, kondensasi dan presipitasi.

Baik, disini kita akan mengupas satu per satu proses dari terbentuknya hujan. Pertama, evaporasi adalah proses penguapan air yang berasal dari laut, sungai, danau, serta badan air lainnya.

Setelah itu air akan berubah menjadi gas menjadi cair atau pengembunan, proses ini lah yang disebut sebagai kondensasi. Jika saat evaporasi air akan memenuhi atmosfer karena adanya tekanan dan perubahan suhu, berbanding terbalik dengan kondensasi yang dapat menyebabkan awan berubah menjadi hitam.

Proses selanjutnya adalah Presipitasi atau pendinginan dan penguapan air yang kemudian membentuk awan. Semakin banyak air yang ada di atmosfer maka semakin banyak juga air yang akan ditampung oleh awan, jika awan tidak dapat menampung air tersebut makan air akan turun dan terjadilah hujan.

Baca juga: Sambut Bulan Ramadan, Ayo Siapkan Diri Untuk Berpuasa!

Data dari National Geographic, bumi memiliki sebanyak 32,5 juta mil kubik air. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan air tidak berubah, hanya saja air terus melakukan perjalanan akibat siklus air.

Nah, seperti yang dijelaskan di atas tadi mengenai proses terbentuknya hujan, pada tahapan pertamanya penguapan air dari permukaan bumi atau evaporasi. Di tahap itu suhu udara di atas jauh lebih dingin daripada di bawah, sehingga membuat gas yang suhunya panas karena hasil dari penguapan kemudian naik ke atas dan bertemu dengan udara dingin di atas.

Ketika udara panas ini bertemu dengan udara dingin, maka terbentuklah awan yang lebih tebal dan semakin lama udara yang bercampur semakin banyak. Ketika mendung terbentuk, terjadi proses perubahan uap air menjadi air di dalamnya. Pada saat itulah awan akan melepaskan panas ke udara.

Awan-awan mendung tersebut berada lebih bawah daripada awan-awan yang lain, dan jaraknya tidak terlalu tinggi dari kita yang berada di permukaan bumi. Maka, hal itulah yang menyebabkan udara panas yang dilepaskan oleh awan mendung tersebut jauh lebih terasa.

Dilansir dari Kompas.tv, kejadian semacam ini bisa terjadi sepanjang hari sebelum hujan terjadi dan bukan hanya di pagi hari atau siang hari saja, saat malam hari hal tersebut juga terjadi. Selain itu, kondisi cuaca ini tidak ada hubungannya dengan transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

Nah, jadi Sobat Ukhuwah itulah alasan kenapa sebelum turun hujan kita sering merasa gerah atau panas! Jadi, tidak ada kaitannya ya dengan peralihan musim atau mitos-mitos lainnya, semuanya normal terjadi karena proses dari evaporasi tersebut.

Semoga informasi kali ini bermanfaat dan jangan lupa jaga selalu kesehatan!

Editor: Siti Alicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *