Table Manner: Etika dan Adab Makan

Sumber : Google Image

Penulis : Jeniedya (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang)

Ada banyak hal dalam hidup yang perlu untuk diketahui, salah satunya table manner. Table Manner adalah tata cara makan yang melingkupi cara duduk, cara menggunakan peralatan makan dan etika yang diterapkan saat makan. Biasanya, table manner digunakan ketika menghadiri jamuan makan khusus, baik dari kolega, kerajaan maupun dari pemerintahan.

Apa Itu Table Manner?

Budaya makan setiap negara tentunya berbeda-beda dan tidak bisa disamakan. Masyarakat Jepang yang pada umumnya makan menggunakan sumpit akan menganggap aneh masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa makan dengan tangan adalah nikmat.

Table manner merupakan sebuah aturan umum yang digunakan ketika mengonsumsi makanan, termasuk di dalamnya penggunaan alat-alat makan hingga posisi duduk yang baik.

Sebenarnya, etika table manner adalah sebuah norma sosial tersendiri. Hal ini dikarenakan, memahami dan menguasai table manner sama halnya dengan menguasai kemampuan bersosialisasi. Singkatnya, tidak hanya berlaku bagi keluarga kerajaan saja, masyarakat sosial pun harus mampu menguasai etika table manner ini. Selain itu, kemampuan dalam menerapkan table manner dapat menambah value di mata orang lain.

Sejarah Table Manner

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya dari mana etika makan ini berasal. Nah, sekarang mari kita ulik sejarah table manner ini. Berawal dari masyarakat Perancis saat abad ke-15, yang mana pada tahun tersebut mereka mulai bisa menyantap hidangan di atas meja dengan sikap yang lebih elok. Sebelumnya, masyarakat Perancis tersebut masih memiliki kebiasaan makan yang kurang higienis.

Melihat kebiasaan tersebut, Ratu Perancis, Catherine de’ Medici, berencana mengubah kebiasaan rakyatnya agar memiliki etika makan yang lebih baik. Penerapan ini dimulai dari bagaimana penataan posisi peralatan makan dan minum yang lebih rapi, tata cara penggunaan serbet mulut, hingga sikap yang benar selama menyantap hidangan.

Pada abad ke-18, istilah table manner mulai berkembang kepopulerannya di tengah masyarakat Perancis. Penggunaan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri menjadi bagian dari etika yang diterapkan oleh Ratu Catherine de’ Medici.

Etika Table Manner

Sejatinya, tata cara makan berkenaan dengan ragam budaya yang dimiliki setiap insan di dunia karena, tiap orang memiliki cara makan yang berbeda. Namun demikian, table manner memiliki aturan standar universal yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tata cara tersebut yaitu saat duduk di kursi, tegakkan tubuh dan jangan membungkuk apalagi bersandar pada kursi, saat menyantap makanan, pastikan kedua tangan memegang peralatan makan tanpa kedua siku menyentuh atas meja atau posisi siku harus berada di udara tetapi jangan terlalu tinggi.

Mengunyah makanan juga harus dengan mulut tertutup dan jangan menimbulkan suara saat makan, berbicaralah dengan pelan tetapi dengan pengucapan yang jelas. Gunakan serbet jika hendak batuk atau bersin dan letakkan peralatan makan dengan membentuk huruf X dalam keadaan terbalik.

Ketika hendak izin ke kamar kecil, jangan lupa ucapkan permisi, saat hendak membersihkan mulut dari sisa makanan, pastikan mulut dalam keadaan tertutup. Apabila ingin mencicipi makanan, pastikan dengan porsi yang sedikit terlebih dahulu. Menambahkan bumbu sebelum mencicip makanan dianggap tindakan tidak sopan terhadap koki dan ucapkan maaf apabila bersendawa. Terakhir, bicaralah ketika mulut dalam keadaan kosong.

Panduan di atas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menambah social value di mata masyarakat. Selain aturan yang harus diterapkan ketika menyantap makanan, ada juga hal yang tidak boleh dilakukan, yaitu jangan bicarakan hal-hal kotor atau topik yang tidak menyenangkan. Jangan minta tambahan makanan sebelum semua orang mendapatkan bagiannya.

Hindari mengambil makanan berlebihan. Jangan menggunakan garpu dan piring secara berlebihan. Jangan biasakan langsung menelan makanan. Jangan mengunyah makanan dengan mulut yang terbuka. Jangan bermain-main di meja makan. Tidak boleh bersenandung atau bernyanyi di meja makan. Jangan bersandar pada kursi atau bersandar pada meja makan. Jangan makan dengan tangan dan hindari menjilati jari-jari saat makan ataupun setelah makan.

Pentingnya Kemampuan Table Manner dan Tujuan Table Manner

Table manner sangat penting untuk dipahami. Karena, meja makan adalah tempat di mana etika ditonjolkan. Orang lain akan mengenali, melihat dan menilai diri profesionalisme kita saat di meja makan. Dengan bekal ilmu table manner, kita bisa mengubah rasa minder menjadi rasa percaya diri. Hal tersebut dikarenakan table manner membantu kita meningkatkan profesionalisme dalam kehidupan.

Sebenarnya, tujuan dibuatnya aturan table manner sendiri adalah untuk menjaga ketenangan dan kekhidmatan saat acara jamuan makan. Tidak hanya diterapkan ketika jamuan resmi, table manner diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cara ini, setiap orang bisa belajar untuk lebih beretika di meja makan. Selain itu, aturan ini juga diharapkan dapat menjadikan seseorang lebih peduli dan lebih menghargai hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Lantas, Bagaimana Table Manner yang Diterapkan di Indonesia?

Pada dasarnya, etika makan di Indonesia merupakan kombinasi etika makan umum dan tradisional yang diterapkan di Indonesia. Ragam budaya di Indonesia yang berbeda membuat etika makan diberbagai daerah tidak sama. Jika di negara barat biasa makan dengan menggunakan pisau dan garpu, masyarakat Indonesia kebanyakan makan dengan menggunakan sendok dan garpu.

Beberapa etika makan yang diadaptasi dari budaya tradisional antara lain makan menggunakan tangan. Dibeberapa negara, mungkin makan menggunakan tangan dianggap aneh. Akan tetapi, di Indonesia hal tersebut sudah dianggap biasa, bahkan ada beberapa tempat makan yang mengizinkan pelanggannya makan menggunakan tangan.

Selain itu, cara makan masyarakat Indonesia juga berbeda dengan masyarakat luar. Umumnya, cara makan masyarakat Indonesia adalah Lesehan. Karena, di Indonesia sendiri makan di  meja makan baru dikenal setelah masuknya para penjajah. Sama halnya dengan cara makan, cara duduk di Indonesia juga berbeda dengan orang luar. Jika mengikuti aturan tradisional, tempat duduk pria dan wanita harusnya dipisah. Hal tersebut dikarenakan tradisi Indonesia masih terikat dengan aturan agama.

Kalau di daerah Jawa, perempuan harus duduk bersimpuh dan laki-laki duduk bersila. Selain itu, dilarang menaruh tangan kiri di atas meja apabila sedang makan menggunakan tangan kanan. Taruhlah tangan kiri di atas paha.

Sebenarnya masih banyak aturan lainnya yang biasa diterapkan masyarakat Indonesia saat makan. Seperti mendahulukan yang lebih tua untuk mengambil makanan, menawarkan bantuan untuk mengambilkan makanan atau menuangkan air minum ke gelas. Hal-hal tersebut tentunya sudah familiar di mata masyarakat Indonesia. Hanya saja, sebagian dari kita masih menyepelekan aturan-aturan tersebut. Tentunya, apapun yang berhubungan dengan adab dalam hal apapun adalah baik. Sehingga nanti kita bisa menyesuaikan keadaan, dan menerapkan hal-hal baik juga.

Satu tanggapan untuk “Table Manner: Etika dan Adab Makan

  • 03/09/2021 pada 4:55 PM
    Permalink

    bener Kadang table manner emg butuh banget buat kesopanan. Tapi kebanyakan orang lebih cuek sebab merasa dia nyaman sama kebiasaan makannya yang kurang sopan. Atleast Sesuka mereka aja sih yg penting nyaman hahahah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *