Self Diagnosis dan Bahayanya

Sumber : solvingtheibspuzzle.com

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, seluruh informasi mengenai apapun dapat di akses melalui internet. Tak terkecuali informasi mengenai kesehatan.

Banyaknya situs, jurnal, ataupun pendapat tentang kesehatan dijadikan acuan seseorang untuk mendiagnosis sendiri kesehatannya, fenomena ini dikenal dengan Self Diagnosis.

Apa itu Self Diagnosis?

Self diagnosis adalah upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh secara bebas dari sumber yang belum tentu kebenarannya.

Para ahli pun sangat tidak menganjurlan hal ini. Akan tetapi, pada kenyatannya masih banyak orang-orang yang masih percaya akan fenomena ini daripada menemui dokter.

Menurut Psychology today, seseorang yang melakukan self diagnosis pada dasarnya mengasumsikan bahwa ia mengetahui seluk-beluk diagnosis itu.

Bukan tidak mungkin seseorang mengalami kesalahan diagnosis karena kurangnya informasi yang diketahui.

Mengapa Self Diagnosis berbahaya?

Orang-orang seringkali mendiagnosis dirinya memiliki gangguan hanya karena mengacu pada informasi-informasi di internet yang belum tentu keabsahannya.

Hal ini menyebabkan kita akan mencocokkan gejala yang dialami dengan informasi tersebut, dan pada akhirnya akan membuat kesimpulan sendiri.

Dilansir dari halodoc.com, tidak hanya menimbulkan kekeliruan, self diagnosis juga sangat berbahaya karena dapat membuat kita salah dalam mengambil tindakan, sehingga resiko terkena gangguan kesehatan yang parah lebih besar.

Selain itu, self diagnosis juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan salah langkah dalam pengobatan. Sehingga resiko mengalami gangguan kesehatan yang lebih parah pun semakin besar.

Kekhawatiran berlebih karena salah dalam mendiagnosis diri juga sangat berbahaya. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan kita dapat terkena gangguan kesehatan mental karena Self Diagnosis ini.

Lantas, adakah cara untuk menghindari Self Diagnosis?

Merangkum dari Psychology Today, NBC News, dan Rethink My Therapy, untuk menghindari fenomena Self Diagnosis agar tidak berujung bahaya, kita dapat menerapkan beberapa cara berikut :

  1. Hindari mencari tahu penyakit berdasarkan gejala yang dialami dari internet.
  2. Jangan jadikan selebritis atau tokoh tertentu yang terkena gangguan kesehatan mental sebagai rujukan.
  3. Jangan mengikuti tes-tes daring mengenai kesehatan.
  4. Jangan anggap serius perkaatan orang lain yang mengatakan bahwa kamu mengidap gangguan kesehatan tertentu.
  5. Apabila merasa mengalami gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke ahli medis.

Informasi yang berlimpah ruah di internet mengenai tanda-tanda kesehatan hanya boleh kita jadikan acuan untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli medis, karena sejatinya, diagnosis hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah professional dan berkompeten dibidangnya.

Oleh karena itu, informasi yang didapat melalui internet atau media semata, tidak dianjurkan sebagai cara untuk kita melakukan self diagnose.

Maka dari itu, kita memerlukan bantuan ahli medis atau dokter untuk mendiagnosis kesehatan dengan tepat. Konsultasikan apapun keluhan kita kepada ahli medis, agar bisa ditentukan diagnosis yang tepat, sehingga kita tahu apa yang sebenarnya dialami oleh tubuh kita dan apa yang dibutuhkan.

Reporter : Jeniedya
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *