Sejarah Panjang Berdirinya Sriwijaya FC

Logo Sriwijaya FC
Sumber foto: Detik sport

Penulis: M. Firdaus (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah)

Sriwijaya Football Club atau biasa disebut masyarakat Sumatera Selatan dengan Sriwijaya FC. Merupakan tim kebanggaan rakyat Sumsel yang kini dijuluki elang tertidur. Ya, setelah melalui beberapa raihan prestasi bergengsi kini SFC sedang jatuh di kompetisi kasta dua sepak bola Indonesia.  

Laskar Wong Kito (Julukan SFC) kini sedang mempersiapkan skuadnya untuk menhadapi kompetisi Liga 2 musim ini.

Setelah banyak drama ke manajemanan, kini Elang Andalas (Julukan lain SFC) tampak lebih siap untuk berlaga sekaligus kembali menyongsong agar promosi ke Liga 1 Indonesia.

Awal Mula Berdirinya Sriwijaya FC

Awal mula lahirnya tim kebanggaan kota Palembang ini berasal dari klub perserikatan Persijatim yang berdiri pada tahun 1976 lalu. Persijatim merupakan klub asal Jakarta Timur yang kemudian pindah homebase  ke Solo.

Saat di Solo inilah, Persijatim berganti nama menjadi Persijatim Solo FC. Namun sayangnya, ketika berpindah homebase prestasi Persijatim tak kunjung membaik, belum lagi kondisi finansial klub semakin memburuk dan tidak didukung oleh pemerintah daerah kota Solo.

Akhirnya pada 2004, Pemerintah Provinsi Sumsel resmi mengakuisisi klub Persijatim dan mengganti nama menjadi Sriwijaya FC. Tujuan Pemprov Sumsel mengambil alih tim tersebut, demi terciptanya klub kebanggaan untuk warga Sumsel yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sekaligus agar tidak terbengkalainya Stadion Gelora Jakabaring Palembang yang saat itu dibangun untuk PON XVI Palembang.

Kemudian setelah resminya Pemprov Sumsel mengambil alih tim, ditetapkanlah tanggal berdirinya klub Sriwijaya FC pada 23 Oktober 2004.

Pemain Bintang yang Pernah Merumput Bersama SFC

Pemain Sriwijaya FC selebrasi di Stadion Gelora Jakabaring Sriwijaya.
Sumber foto: Republika

Setelah diresmikan menjadi Sriwijaya FC, berbagai pemain ternama sempat merasakan rumput Gelora Jakabaring Palembang. Mereka menjadi saksi nyata hadirnya trofi-trofi major ke kota Pempek, mulai dari piala liga utama Indonesia sampai ke kompetisi musiman seperti Gubernur Kaltim Cup pada 2018 lalu. Berikut nama-nama tersebut:

1. Zah Rahan Krangar (2007-2010)

Pemain asal Liberia ini menjadi salah satu andalan Sriwijaya FC musim 2007-2008. Saat itu, Laskar Wong Kito berhasil meraih Double Winner di persepakbolaan Indonesia. Dua gelar bergengsi mampu dibawa pulang ke Palembang kala itu. Zah Rahan amat fasih bermain di lini tengah dan dijuluki gelandang pengangkut air. 

2. Keith Kayamba Gumbs (2007-2012)

Gumbs begitu ia dipanggil, merupakan pemain yang didatangkan SFC pada 2007 lalu. Dirinyalah yang akhirnya mampu menjadi pencetak gol terbanyak (74 gol) untuk Laskar Wong Kito, tahun pertamanya ia langsung membawa Sriwijaya FC meraih dua trofi major (Piala liga Indonesia Super League dan Copa Indonesia). Gumbs kini menjadi pemegang rekor gol terbanyak untuk SFC.

3. Ferry Rotinsulu (2003-2013)

Menyebut nama Ferry, tampaknya setiap penggemar SFC akan setuju jika ia dinobatkan sebagai legenda hidup Elang Andalas. Ferry merupakan sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Sriwijaya FC, sempat bermain bersama Lampung Sakti, ia kemudian kembali ke Palembang tahun 2019 untuk menjadi pelatih kiper sampai sekarang.

4. Thierry Gathuessi (2010-2011 dan 2015-2016)

Benteng pertahanan SFC itu bernama Thierry Gathuessi, dirinyalah yang menjadi sosok penting minimnya gol masuk ke gawang Ferry kala itu. Pemain asal Kamerun ini menjadi bagian skuad Elang Andalas yang meraih piala Indonesia Super League tahun 2011 lalu, sempat kembali pada tahun 2015-2016 Thierry kemudian meninggalkan SFC pada musim berikutnya.

5. Firman Utina (2010-2012)

Pemain satu ini merupakan gelandang serang pilihan utama pelatih Kashartadi kala itu. Dua musim bersama Sriwijaya FC, ia berhasil membawa trofi ternama di persepakbolaan dalam negeri (Indonesia Super League) dalam kurun waktu tersebut. Kini, Firman aktif menjadi komentator di televisi swasta Indonesia.

6. Alberto Goncalves Da Costa (2016)

Pemain Brasil yang kini menjadi WNI itu membersamai SFC pada kurun waktu satu musim, sebelum SFC akhirnya terkendala oleh finansial mereka. Bersama Laskar Wong Kito, Beto berhasil mempersembahkan gelar Piala Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2016 lalu. Ia juga yang akhirnya keluar sebagai pencetak gol terbanyak pada kompetisi tersebut.

Selain nama-nama di atas, masih banyak lagi pemain bintang yang pernah merasakan meriahnya Gelora Jakabaring. Diantaranya, Hamka Hamzah, Ponaryo Astaman, M. Ridwan, Teja Paku Alam, hingga Hilton Moreira.

Prestasi Sriwijaya FC

Gelar terakhir Sriwijaya FC, Piala Gubernur Kaltim tahun 2018 lalu.
Sumber foto: Tagar.id

Sejak resmi menjadi Sriwijaya FC pada 2004, Laskar Wong Kito berhasil meraih segudang prestasi di kompetisi sepak bola Indonesia. Tak sedikit piala berhasil dibawa pulang ke Palembang terhitung sejak 2008 (Indonesia Super League) sampai yang terakhir Piala Gubernur Kaltim tahun 2018 lalu, berikut rangkaian prestasi Sriwijaya FC.

1. Kampiun Indonesia Super League tahun 2008 dan 2012

2. Kampiun Indonesia Super League U-21 tahun 2013

3. Tiga Besar Coppa Indonesia tahun 2008, 2009, dan 2010

4. Runner Up Inter Island Cup tahun 2010 dan 2012

5. 16 Besar piala AFC (kompetisi se Asia Tenggara) tahun 2010

6. Tim Paling Suportif tahun 2010 pada kompetisi liga utama Indonesia

7. Runner Up Piala Presiden tahun 2015

8. Tiga besar Piala Presiden tahun 2018  

9. Kampiun Piala Gubernur Sumsel tahun 2015

10. Tiga Besar Piala Bhayangkara tahun 2016

11. Empat Besar Piala Gubernur Kaltim tahun 2016

12. Kampiun Piala Gubernur Kaltim 2018

Itulah sederet prestasi Sriwijaya FC di dunia sepak bola nasional dan internasional. Sriwijaya kini menjadi salah satu tim dengan  prestasi yang luar biasa, tercatat semua kompetisi nasional yang diikuti berhasil dibawa pulang.

Degradasi ke Liga 2

Saat Teja Paku Alam (kanan) dibantu berdiri oleh pemain Arema FC (kiri) setelah terdegradasi ke liga 2. Minggu, (9/12/18) lalu.
sumber foto: Bola Nusantara

Setelah melalui kompetisi panjang ber tahun-tahun, Sriwijaya FC akhirnya jatuh ke jurang degradasi pada musim kompetisi 2018 lalu. Setelah menelan kekalahan atas Arema FC di pertandingan terakhir dengan skor 2-1, skuad asuhan Afredo Vera (pelatih SFC saat itu) dinyatakan terdegradasi ke Liga 2 Indonesia pada Minggu, (9/12/18) lalu.

Sempat nyaris lolos kembali ke Liga 1 tahun 2019, SFC akhirnya gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah takluk dari Persita Tanggerang lewat drama adu penalti.

Kini Sriwijaya FC kembali mencoba agar dapat berlaga lagi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan mendatangkan Nil Maizar selaku pelatih kepala, manajemen SFC tampak serius untuk mengusahakan agar klub kebanggaan warga Palembang ini kembali ke Liga 1 musim depan.

Editor: Yuni Rahmawati

Satu tanggapan untuk “Sejarah Panjang Berdirinya Sriwijaya FC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *