Sejarah Kostrad, Upaya AH Nasution Rebut Irian Barat

Desain by Aisyah Safitri

Penulis : Nur Annisa Al Qodar (Anggota Lembaga Pers Mahasiswa Ukhuwa)

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau biasa disebut Kostrad adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Kostrad dibentuk tepat pada tanggal 6 Maret 1961.

Kasad Jenderal A.H Nasution, Jenderal TNI AD sekaligus Pahlawan Nasional yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) dan orang yang mencetuskan gagasan dibentuknya Kostrad.

Tidak hanya berperan dalam menumpas Belanda dan Partai Komunis Indonesia (PKI), Nasution juga ikut memperjuangkan Pembebasan Irian Barat. Pada tahun 1961, Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Saat itu, Ia menugaskan Brigjen Soeharto Deputi II KSAD untuk membentuk cikal bakal dari Cadangan Umum Angkatan Darat (CADUAD), saat ini disebut Kostrad.

Pada tanggal 11 Desember 1961, Jenderal Abdul Haris Nasution diangkat sebagai Deputi II. Di samping itu, Ia juga diangkat sebagai Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (KOTI) Pembebasan Irian Barat (Pemirbar). Dua bulan setelah Komite Nasional Papua dibentuk, Pemerintah membentuk Dewan Pertahanan Nasional (Depertan). Setahun kemudian, Ia mengirimkan misi khusus ke luar negeri dalam upaya menyelesaikan masalah Irian Barat.

Nasution mengadakan pertemuan dengan Ketua Partai Politik Katolik Indonesia, Ignatus Joseph Kasimo. Ketika menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional dan KSAD. Nasution meminta agar Kasimo menghubungi pimpinan Partai Katolik Belanda (KVP). Sehingga bisa memengaruhi Belanda dalam menyelesaikan masalah di Irian Barat.

Peranan A.H Nasution dalam Pembebasan Irian Barat yaitu mengambil perusahaan-perusahaan Belanda, mendirikan dan menjadi Ketua dari Front Nasional Pembebasan Irian Barat, serta diplomasi TNI dalam pembelian senjata dan misi ke luar negeri mendengar respon negara-negara lain terhadap Irian Barat.

Perkembangan Kostrad

Setelah Irian Barat berhasil masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Operasi kemudian dilanjutkan dengan Operasi ‘Wisnu Murti’, yaitu operasi lanjutan sebagai langkah konsolidasi.

Dalam perkembangan selanjutnya, melalui Keputusan Men/Pangab 19 Februari 1963, Korra I/Caduad dilebur menjadi Komando Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad.

Kostrad mempunyai bentuk komando lapangan yang terdiri dari Markas Komando, Markas Divisi, Brigade dan Gugusan Tempur Bantuan Tempur dan Satuan Bantuan Administrasi.

Baca Juga: Buat CV Sesuai Standar ATS!

Hingga saat ini Kostrad memiliki tiga Divisi Infanteri, Staf Ahli Pangkostrad, Inspektorat Kostrad, Staf Umum (Staf Perencanaan, Staf Intelijen, Staf Operasi, Staf Personil, Staf Logistik, Staf Teritorial dan 23 Satuan Badan Pelaksana).

Sebagai Pasukan Cadangan Strategis, jumlah personel Kostrad menjadi hal yang tidak dipublikasikan alias rahasia Kostrad. Namun, disamping jumlah pasukan yang dirahasiakan itu Kostrad selalu siap beroperasi kapan saja atas perintah Panglima TNI.

Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Panglima Kostrad tanggal 15 Maret 2016, tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personil militer Kostrad, mulai tanggal 15 Maret 2016 seluruh personil militer Kostrad dan mantan prajurit Kostrad berhak menggunakan Brevet Cakra. Untuk personil militer yang baru masuk Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang diselenggarakan secara terpusat.

Pengabdian Prajurit Kostrad dari masa ke masa yang terlibat dalam penugasan luar negeri sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah kendali Dewan Keamanan PBB. Sedangkan di wilayah NKRI Kostrad terlibat dalam Operasi pemulihan keamanan, Pengamanan Perbatasan, Penanggulangan Bencana Alam, Pengamanan Obyek Vital dan Operasi pembebasan sandera.

Sejak berdirinya Kostrad, pemimpin pertama Jenderal TNI Soeharto 1 Maret 1961 hingga 2 Desember 1965. Saat ini, Kostrad dipimpin Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sejak 21 Januari 2022 sampai sekarang.

Editor : Annisa Dwilya Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *