Sebabkan Lonjakan Baru, Berikut Bahayanya Varian Delta?

google image

Ditengah lonjakan kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia, terdapat penemuan varian corona jenis baru bernama Delta. Kasus terinfeksi varian Delta saat ini banyak ditemukan pada pasien di Kudus, Jawa Tengah.

Menurut ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Utomo, varian Delta memang memiliki beberapa mutasi yang mengakibatkan virus memiliki protein yang bisa melekat lebih kuat dari varian sebelumnya. Selain itu, varian Delta juga menular lebih mudah. Hal tersebut berdasarkan penelusuran oleh para peneliti genom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Pada anak muda kan relatif tidak mengalami gejala, tapi jika mereka bertemu orang tua maka itu akan menjadi masalah,” ujarnya.

Hingga tanggal 5 Juni, dari data Our World in dan JHU CSSE COVID-19, sudah ada penambahan kasus baru sebanyak 9.944 dengan total 1.940.000 kasus meninggal, 1.760.000 sembuh dan 53.476 meninggal dunia, data ini masih terus bertambah dengan adanya virus baru varian Delta.

Varian Delta yang berasal dari negara India ini telah menyebar luas dan terkonfirmasi ada di 74 negara dunia, termasuk Indonesia. Varian virus corona Delta ditemukan telah menginfeksi sejumlah masyarakat di Kudus, Jawa Tengah.

Seberapa Berbahanyanya Varian Delta

Seorang dokter penyakit menular di Apollo Hospital India, Abdul Ghafur, mengatakan prevalensi gangguan pencernaan sebagai gejala yang ditimbulkan oleh infeksi varian Delta lebih besar daripada gejala serupa yang disebabkan oleh strain virus asalnya.

Jika varian dari Wuhan sebelumnya bisa menginfeksi dua sampai tiga orang lain, varian Delta ini dari satu orang bisa menularkan hingga lima orang lainnya.

Gejala terinfeksi varian Delta

Dilansir dari Kompas.com gejala infeksi varian ini pada dasarnya mirip dengan infeksi virus asalnya. Varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis.

Profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins University, Dr Bhakti Hansoti, menyebutkan beberapa gejala terinfeksi virus corona varian Delta dapat berupa sakit perut, hilangnya selera makan, muntah mual, nyeri sendi, dan gangguan pendengaran. Kebanyakan pasien yang terinfeksi varian ini membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan memerlukan bantuan oksigen.

Sementara itu, profesor epidemiologi genetika di King’s College London, Tim Spector menyebut gejala yang timbul akibat infeksi virus varian Delta terasa seperti flu yang parah.

“Covid sekarang berbeda, dia lebih menyerupai flu yang parah. Orang-orang mungkin berpikir hanya mengalami flu musiman dan mereka tetap pergi ke pesta, kami pikir ini masalah,” kata Tim.

Tim juga menjelaskan beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta, yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.


Lalu bagaimana cara mencegah terinfeksi varian Delta

Penerapan protokol kesehatan dan 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Memakai Masker) masih menjadi cara pencegahan dasar yang bisa dilakukan. Selain itu pengurangan interaksi secara langsung dengan keramaian juga menjadi cara yang dapat mengurangi kemungkinan tertular.

Jika merasa memiliki gejala terkena Covid-19, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri dan melakukan tes rapid atau swab diinstansi kesehatan. Dari berbagai varian baru virus corona yang muncul, varian Delta yang saat ini telah menyebar di Kudus dan di beberapa wilayah lain di Indonesia disebut lebih cepat menular dibanding varian lainnya. Kehati-hatian dan kesadaran masyarakat dalam memerangi lonjakan kasus corona sangat diharapkan untuk memutus rantai penularan di Indonesia.

Reporter : Delta Septiasmara
Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *