Piala AFF: Indonesia dan Julukan Spesialis Runner Up

ilustrasi timnas Indonesia.
Sumber Foto: PSSI

Turnamen antar tim sepak bola Asia Tenggara, AFF 2020 baru saja bergulir di Singapore Sport Hub, Minggu, (6/12/21) kemarin dengan mempertemukan Thailand dan Timor Leste sebagai laga pembuka.

Kompetisi dua tahunan ini sebenarnya dilangsungkan tahun lalu, namun karena pandemi covid-19 akhirnya ditunda penyelenggaraannya satu tahun menjadi 2021 dan tetap dengan nama kompetisi “AFF 2020”.

Kali ini Negeri Singa (Julukan Singapura) bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Thailand menjadi tim favorit dengan koleksi lima gelarnya. Terhitung sejak kompetisi ini pertama kali bergulir pada 1996 tim Gajah Putih berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Malaysia 1-0 pada partai puncak.

Nasib Garuda di Gelaran AFF

Lalu bagaimana nasib tim Merah Putih pada gelaran ini? Kompetisi dengan nama awal Piala Tiger ini dibuat atas dasar susahnya tim asal Asia Tenggara untuk menebus piala Asia. Sejak 1996 lalu Indonesia tercatat sudah lima kali menembus partai puncak dan berakhir pada urutan ke dua.

Hal itu terjadi pertama kali pada Piala Tiger di Thailand tahun 2000. Indonesia yang saat itu tergabung satu grup dengan tuan rumah kembali bertemu di partai puncak, sayangnya tim Garuda harus puas dengan status runner-up.

Sejak tahun 2000, timnas menjadi tim langganan Finalis setelah pada dua gelaran berturut-turut berhasil menebus partai puncak pada tahun 2002 dan 2004. Namun apa boleh buat hal yang sama kembali terjadi, tim asuhan Ivan Kolev saat itu tertunduk lesuh oleh tim yang sama, Thailand.

Harapan sempat ada pada tahun 2004, tim Garuda sebenarnya tampil apik pada gelaran kompetisi saat itu. Namun sekali lagi langkah menjadi juara pupus ditangan Singapura, gelar tersebut menjadi koleksi kedua untuk tim Negeri Singa.

Baca Juga: Daftar Mahasiswa Peraih Medali Porprov Sumsel XIII

Ilustrasi oleh: Antara Foto
Jatuh bangun setelah 2004

Setelah berjaya pada tiga gelaran sekaligus, Indonesia mengalami pasang surut permainan pada kurun waktu AFF 2006 dan 2008. Pasukan Merah Putih tercatat gagal menebus partai Final dua kali berturut-turut.

Tim Garuda baru mampu menembus partai puncak pada gelaran 2010. Namun lagi-lagi Bambang Pamungkas dan kolega menjadi tim dengan urutan terakhir di posisi runner-up. Kali ini Harimau Malaya (julukan Malaysia) menjadi negara penghalang juara tim Garuda, dan menjadi gelar AFF pertama mereka saat itu.

Sejarah kelam terjadi pada gelaran 2012 dan 2014, Indonesia yang saat itu di sanksi FIFA tak mampu keluar dari fase gugur. Hal itu pula yang menjadi titik terendah kompetisi sepak bola dalam negeri, tanpa berjalannya liga tim Indonesia tampak tak memiliki kesiapan memilih pasukan kesebelasan.

Pada gelaran 2016, Indonesia yang saat itu baru keluar dari sanksi FIFA berhasil kembali menebus partai puncak. Sekali lagi bak kutukan, tim Garuda kembali gagal keluar sebagai juara setelah takluk ditangan Thailand.

Tahun 2018 pun sama, Indonesia gagal menebus Final setelah gugur di Semifinal oleh Thailand dengan skor 4-2.

Lantas, sejauh apa kiprah Indonesia pada gelaran AFF 2020 kali ini. Apakah Shin Tae Yong mampu membawa Merah Putih melangkah jauh dengan banyak tenaga muda dalam skuadnya, atau kutukan Runner-up akan kembali terulang, wajib kita tunggu.

Reporter: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *