Perubahan Iklim Dapat Menyumbang Angka Penderita Kanker Kulit

Artikel – Ukhuwahnews | Sudah berapa tahun umur bumi? Tentunya sudah sangat tua. Para ilmuan telah memperkirakan bahwa bumi memiliki usia 4,54 milliar tahun atau kurang lebih 50 juta tahun. Seiring dengan usia bumi yang sudah tua pun dengan peradaban manusia yang mengiringinya. Hingga kini, Bumi kian mengalami perubahan iklim.

Perubahan iklim merupakan berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001). Ada banyak faktor yang mendasari dari terbentuknya perubahan iklim. Diantara faktor yang mendasari terbentuknya perubahan iklim ini adalah efek gas rumah kaca, pemanasan global, kerusakan fungsi hutan, kerusakan lapisan ozon, kerusakan fungsi hutan dan lainnya.

Baca Juga: PUISI: Diriku Dan Kegagalan Bersahabat

Ada sebab pasti ada akibat. Perubahan iklim yang kini tumbuh subur memiliki dampak dari kehadirannya. Dampak dari perubahan iklim ini mencakup banyak aspek, baik itu perekonomian, kesehatan, bencana alam dan lainnya. Seperti curah hujan tinggi, bencana alam seperti banjir dan angin puting beliung, maraknya demam berdarah, dan masih banyak lagi.

Salah satu akibat dari perubahan iklim ini adalah sinar Ultraviolet (UV). Dari segi positif, Sinar UV ini memiliki manfaat bagi manusia. Diantaranya, sinar UV memproduksikan vitamin D yang membantu perkembangan tulang dan otot. Namun jika tidak tepat, Sinar UV ini bisa mengakibatkan sunburn, penuan dini hingga kanker kulit.

Sinar UV dibagi menjadi 3 jenis yakni ultraviolet A (UVA), ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC). Sinar UVA yang tidak diserap lapisan ozon bisa mencapai permukaan bumi dengan panjang gelombang 315-399 nm.

Hanya beberapa sinar UVB yang mencapai permukaan bumi dengan panjang gelombang 280-314 nm karena lapisan ozon menyerap sebagian besar radiasinya. Sinar UVA dan UVB dapat mempengaruhi kesehatan tetapi UVA lebih menembus ke dalam kulit.

Sebgai makhluk hidup, manusia diciptakan sedemikian rupa hingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu organ tubuh manusia adalah kuli. Kulit merupakan lapisan teluar tubuh manusia. Secara umum kulit berfungsi sebagai pelindung paling luar tubuh manusia dari paparan radiasi, virus, bakteri dan infeksi. Selain itu kulit juga berperan sebagai alat ekresi.

Seperti dikatakan sebelumnya, dampak dari perubahan iklim yaitu paparan sinar UV. Paparan Sinar UV yang terus menerus dan berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit jika terus menerus terpapar sinar ultraviolet dalam jangka panjang.

Selain menyadari bahaya perubahan iklim yang berdapak pada pemaparan sinar UV, manusia tentu tengah berusaha dalam menyikapi ini. Ada banyak solusi dari permasalahan ini, diantaranya dengan menggunakan tabir surya dengan SPF 30 PA++. Saat ini sudah banyak beragam jenis tabir surya. Selain itu, penggunaan topi, berpakaian yang melindungi kulit dan kaca mata hitam juga dapat mengurangi paparan langsung sinar ultraviolet yang berlebih.

Baca Juga: FISIP Ajak Mahasiswa Perangi Buzzer Lewat Deklarasi Mahasiswa Anti Hoax

Menyadari bahaya sinar UV akibat dari perubahan iklim, perlu memahami dan melakukan upaya mengurangi pemaparan sinar UV. Terlebih bagi yang melakukan kegiatan di luar ruangan dan terkena paparan sinar matahari langsung. Dengan memanfaatkan sunscreen serta menggunakan atribut seperti topi dan kacamata.

Penulis: Annisa Syafriani (Pengurus LPM Ukhuwah)
Editor: Elyssa Meilyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *