Peristiwa Bandung Lautan Api, Ada Apa di Baliknya?

Sumber Foto : Dok. smartcity.bandung.go.id

Pasti di antara kalian ataupun kita sudah tidak asing mendengar salah satu lagu wajib Indonesia, yakni Halo-Halo Bandung. Sebuah lagu yang memiliki banyak makna yang tersirat di dalamnya. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui makna di balik lagu tersebut.

Halo-Halo Bandung adalah sebuah lagu yang menceritakan peristiwa yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Peristiwa tersebut ialah peristiwa Bandung Lautan Api yang membuat getir seluruh rakyat Indonesia. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200 ribu penduduk Bandung membakar rumah mereka.

Dilansir dari voaindonesia.com, sejarahwan senior di Bandung Ahmad Mansyur mengatakan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api merupakan peristiwa bumi hangus yang terjadi karena didorong semangat ingin merdeka. Mereka tidak mau rumah-rumahnya ditinggali tentara asing dan tidak rela bangunan-bangunan mereka akan digunakan penjajah.

Lebih lanjut, Mansyur mengatakan bahwa rakyat Jawa Barat, terutama Bandung menghancurkan dan membumihanguskan rumah mereka sendiri demi kepentingan kemerdekaan negara Indonesia.

“Pengorbanan berat seperti itu dirasakan aman-aman saja, tenang-tenang saja. Artinya rakyat Jawa Barat, terutama orang Bandung, menghancurkan rumah sendiri demi kepentingan kemerdekaan dan tidak merasa berat. Proklamasi, semangatnya dahsyat sekali,” kata Mansyur.

Masih dilansir dari voaindonesia.com, Ketua Masyarakat Sejarahwan Indonesia Jakarta, Dr. Abdurakhman mengatakan Nasution sebagai Kepala Staf Komandemen I memerintahkan semua pegawai dan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung sebelum pukul 12 malam.

“Nasution, selaku Kepala Staf Komandemen I, mengeluarkan perintah agar semua pegawai dan rakyat sebelum pukul 12 malam harus meninggalkan Bandung. Namun, ada kalimat berikutnya, dan membumihanguskan kota Bandung yang ditinggalkannya, serta menyerang kedudukan-kedudukan musuh di utara Bandung,” ujarnya.

Sebelum membahas lebih dalam peristiwa Bandung Lautan Api, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi. Dikutip dari Merdeka.com, Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi karena pasukan Inggris mulai memasuki Kota Bandung pada pertengahan Oktober 1945. Pasukan Inggris bersama Netherland Indies Civil Administration (NICA) melakukan teror terhadap rakyat Bandung yang menimbulkan pertempuran.

Lebih lanjut, menjelang November 1945 pasukan NICA semakin merajalela di Bandung. Setelah masuknya tentara Inggris yang berasal dari satuan NICA memanfaatkannya untuk mengembalikan kekuasaannya atas Kota Bandung. Hal ini yang menyebabkan para pemuda yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) timbul semangat juangnya untuk mempertahankan Kota Bandung.

Selanjutnya, hal yang tidak terduga pun terjadi. Pada tanggal 23-24 Maret 1946, hanya dalam waktu tujuh jam saja Bandung dibumihanguskan oleh sekitar 200 ribu rakyat mereka sendiri. Penduduk Bandung membakar rumah mereka sendiri dan setelah itu mereka berbondong-bondong meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung.

Tidak bisa kita duga sebelumnya, hal tersebut merupakan langkah yang sangat berisiko untuk rakyat Bandung demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka membakar rumah mereka sendiri untuk mencegah tentara sekutu dan tentara NICA Belanda menggunakan Bandung sebagai markas militer perang kemerdekaan Indonesia.

Reporter : Aisyah Safitri
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *