Perbanyak Pahala dengan Puasa Syawal, Ketahui Hukum, Niat dan Waktunya

Pixabay/Staticnal1983.

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan, ada satu ibadah yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Ibadah yang dimaksud adalah Puasa Syawal. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dijalankan selama 6 hari setelah bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan, kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa satu tahun” (HR. Muslim).

Dengan hadis tersebut, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Muslim untuk melaksanakan puasa syawal selama enam hari.

Hukum Puasa Syawal

Jumhur ulama yakni mazhab Syafi’i, Hanbali dan Hanafi menyatakan hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunnah. Sedangkan Mazhab Maliki menghukumi makruh.

Lalu, kapan batas puasa Syawal ?

Dalam sebuah hadis Rasulullah yang berbunyi,

عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى

“Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua Hari Raya Idulfitri dan Idul Adha. (maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah).”

Jadi, kita baru diperbolehkan melaksanakan puasa syawal dua hari setelah Hari Raya Idulfitri sedangkan untuk praktiknya sama seperti berpuasa di bulan ramadan, dianjurkan sahur sebelum waktu subuh datang.

Hanya saja yang menjadi perbedaanya adalah proses pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal bisa dilakukan secara berututan atau berselang hari.

Baca juga: Berat Badan Bertambah habis Lebaran? Jangan Khawatir, Yuk Coba Tips Ini

Syekh Muhammad Nawawi al- Bantani pernah mengatakan bahwa, umumnya para ulama yang bermazhab Syafi’i berpandangan puasa Syawal lebih utama jika dilaksanakan secara berurutan setelah Hari Raya Idulfitri.

Niat Puasa Syawal

Para ulama sepakat bahwa ketentuan untuk berniat sejak sebelum terbitnya fajar hanya berlaku untuk puasa yang hukumnya fardhu, seperti puasa Ramadan, puasa qadha’ Ramadan, puasa nadzar dan puasa kaffarah.

Sedangkan untuk puasa yang bukan fardhu atau puasa sunnah, para ulama sepakat tidak mensyaratkan niat sebelum terbit fajar. Jadi, boleh berniat puasa meski telah siang hari asal belum makan, minum atau mengerjakan sesuatu yang membatalkan puasa.

Berikut bacaan niat puasa syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Niat Sekaligus 6 hari Puasa Syawal

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ

Berpuasa dibulan syawal tentunya memiliki keutamaan dan manfaat, yaitu sebagai berikut:

  • Seperti puasa satu tahun

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

  • Memeroleh pahala berlipat

Melaksanakan puasa Syawal dengan hukum sunnah yang dilakukan enam hari punya pahala berlipat seperti puasa 12 bulan.

  • Menyempurnakan ibadah wajib

Menunaikan puasa sunnah bulan Syawal bisa membantu untuk menyempurnakan puasa wajib yang telah dilaksanakan sebelumnya yakni pada bulan Ramadhan.

  • Menyehatkan pencernaan

Sejumlah umat Islam melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai ikhtiar adaptasi sistem pencernaan agar pencernaan tidak kaget setelah melakukan puasa Ramadan sebulan penuh.

Nah itu tadi, penjelasan dari niat puasa Syawal, hukum puasa Syawal, keutamaan dan manfaat puasa Syawal. Yuk, kita perbanyak pahala melalui puasa Syawal.

Penulis: Annisa Meidiani (Pengurus LPM Ukhuwah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *