Mengulik Tari Sakral Musyoh dari Papua

google image

Penulis : Dinda Aprilia (Pengurus LPM Ukhuwah)

Tari Musyoh, tari ini difungsikan saat dilakukan pengusiran arwah kerabat yang meninggal secara tak wajar. Tarian ini umumnya dilakukan oleh sekelompok pemuda penduduk setempat (Papua) dengan irama musik yang terkesan riang dan gembira.

Dilansir dari seringjalan.com, tarian ini dianggap sebagai tari tradisional yang sakral oleh masyarakat Papua dan dipentaskan dalam ritual tertentu. Kemunculan awal dari Tari Musyoh ini bermula saat seorang warga suku Papua meninggal dunia akibat kecelekaan, masyarakat Papua meyakini jika arwah dari orang yang meninggal tersebut masih bergentayangan dan tidak tenang.

Untuk mengatasi hal tersebut, para masyarakat suku Papua membuat suatu ritual, yaitu Tari Musyoh. Akhirnya, tarian ini sering disebut sebagai tarian pengusir roh. Pada umumnya, Tari Musyoh dibawakan oleh para laki-laki. Selain untuk pengusiran roh, ternyata Tari Musyoh juga digunakan oleh masyarakat Papua untuk melakukan penyambutan tamu.

Tari Musyoh dipersembahkan sebagai rasa terima kasih, penghormatan, dan ungkapan kebahagiaan menyambut datangnya para tamu. Jika pengusiran roh tarian ini dibawakan oleh kaum laki-laki, sedangkan untuk tarian penyambutan tamu dibawakan oleh laki-laki dan perempuan.

Tari Musyoh dari Papua ini juga memiliki ciri khas tersendiri yang terletak pada gerakan, iringan musik, dan juga kostum yang digunakan. Untuk tujuan pengusiran arwah, Tari Musyoh sedikit lebih enerjik dan lincah, tidak jarang juga dilakukan dengan sorakan dan teriakan.

Kemudian, untuk penyambutan tamu, tarian ini dibawakan dengan cukup mudah, tubuh bergerak mengikuti irama yang dibunyikan serta tangan dan kaki yang juga ikut berayun.

Para penari juga tidak boleh menampilkan raut wajah yang muram, mereka harus memasang ekspresi yang bahagia untuk menunjukkan kebahagiaan kepada para tamu.

Pada awal tarian, Tari Musyoh dibawakan dengan membentuk lingkaran oleh penari perempuan sembari menyanyikan lagu dengan saling bersahutan. Para wanita menyambut para tamu dengan mengalungkan kalung khas dan mengajak mereka untuk ikut menari.

Barulah, para laki-laki akan mulai bergabung saat tarian sudah berjalan dan lingkaran yang dibuatpun akan semakin membesar. Kostum yang digunakan pada Tari Musyoh bisa dikatakan kostum dengan kesederhanaan. Bahkan, kesederhanaanya bisa dilihat dari bahan yang alami yaitu olahan kulit pohon dan akar tanaman.

Kemudian, bahan tersebut dijadikan penutup kepala, baju atasan, bawahan, gelang, dan kalung. Tidak hanya itu, ada coretan-coretan yang menghiasi tubuh para penari tersebut yang semakin menambah kesan unik dan khas dari tarian tersebut.

Selain kostum tersebut, Tari Musyoh ini juga menggunakan properti seperti tombak dan tameng yang bermaksud agar terkesan lebih berani dan menantang serta bentuk perlawanan jika ada yang akan mengganggu jalannya ritual tersebut.

Sebagai pengiring tarian ini, masyarakat Papua menggunakan alat musik khas Papua yang bernama Tifa. Alat musik ini terbuat dari kulit Rusa dan kayu.

Alat musik Tifa ini akan menghasilkan suara menghentak yang sangat cocok dengan gerakan dari Tari Musyoh ini.

Selain alat musik Tifa, terdapat iringan musik yang dihasilkan oleh para penari yaitu teriakan mereka. Teriakan para penari ini juga sangat menggelegar dan memecah keheningan yang terjadi.

Bagi masyarakat Papua, teriakan itu dimaknai dengan sumber kekuatan untuk mengekspresikan segala emosi yang terdapat dalam diri manusia. Tari Musyoh dari Papua sangat menunjukkan kesakralan dari sebuah ritual yang ada pada masyarakat Papua sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur terhadap para tamu kehormatan.

Selain itu, dengan adanya Tari Musyoh ini, menunjukkan bahwa Indonesia penuh dengan kesenian yang beraneka ragam. Keunikan serta ciri khas yang terdapat pada gerakan, iringan musik, dan kostum yang ada pada Tari Musyoh ini, diharapkan tetap menjadi bagian dari kebudayaan Papua yang harus tetap dilestarikan dan dipentaskan.

Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *