Mengenal Penyakit Malaria: Penyakit Mematikan yang Disebabkan Nyamuk

Google Image : Hallodoc.com

Penulis : Aisyah Safitri (Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Ukhuwah)

Selain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), ternyata ada penyakit yang lebih mematikan lagi karena disebabkan oleh gigitan nyamuk, yakni malaria. Malaria adalah sebuah penyakit yang timbul diakibatkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penderita malaria akan merasakan demam dan tubuh menggigil. Penyakit ini akan menjadi penyakit serius ketika tidak ditangani dengan cepat.

Disaat nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, nyamuk tersebut akan melepaskan parasit yang bernama plasmodium. Saat menggigit seseorang, parasit tersebut akan mengalir di aliran darah manusia dan selanjutnya akan bergerak menuju organ hati yang merupakan tempat kesukaan mereka sebelum menyerang sel darah merah.

Dikutip dari Merdeka.com, dalam 48 hingga 72 jam, parasit di dalam sel darah merah akan berkembang biak dan menyebabkan sel yang terinfeksi pecah. Parasit terus menginfeksi sel darah merah dan mengakibatkan gejala yang muncul dalam siklus yang berlangsung dalam dua hingga tiga hari sekaligus.

Dilansir dari Malaria.id, parasit plasmodium ini terbagi lagi menjadi empat jenis, yaitu plasmodium vivax, plasmodium ovale, malariae plasmodium dan plasmodium falciparum. Jenis plasmodium falciparum adalah yang paling banyak ditemukan dan biasanya menjurus pada malaria berat dan sering menyebabkan kematian. 

Nyamuk Anopheles betina akan menyimpan telur-telurnya di dalam air yang akan berubah menjadi larva dan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Dalam hal ini, nyamuk tersebut akan mencari makanan mereka, yakni darah untuk mengurus telur-telur mereka. Biasanya nyamuk tersebut aktif mencari darah manusia untuk digigit pada waktu sore hari hingga subuh.

Nyamuk tersebut akan mengalami proses transmisi tergantung cuaca dan iklim lingkungan. Biasanya yang paling banyak terjadi selama dan sesaat sesudah musim hujan. Selain itu, wilayah yang padat penduduk akan meningkatkan kemungkinan mewabahnya malaria. 

Menurut data World Malaria Report 2020 dari World Health Organization (WHO), 400.000 orang yang terinfeksi meninggal dengan sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di tahun 2019. Korban malaria kebanyakan bukan datang dari orang dewasa, melainkan dari anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Penderita malaria akan merasakan gejalanya berkembang dalam 10 hari hingga 4 minggu setelah infeksi. Dalam beberapa kasus, gejala penyakit malaria mungkin tidak berkembang selama beberapa bulan. Beberapa parasit malaria dapat masuk ke tubuh tetapi tidak aktif untuk waktu yang lama.

Masih dilansir dari Merdeka.com, gejala umum dari penyakit malaria antara lain: menggigil, yang dapat berkisar dari sedang hingga parah, demam tinggi, banyak berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, anemia, nyeri otot, kejang, koma dan tinja berdarah.

Walaupun penyakit malaria ini mematikan, tetapi penderita malaria sangat bisa disembuhkan secara total jika ia mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Malaria akan menjadi penyakit menakutkan apabila si penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hal ini akan berakibat fatal karena akan menyebabkan kondisi serius, seperti anemia berat, gagal ginjal hingga dapat berujung pada kematian.

Malaria sama dengan penyakit-penyakit lainnya yang tentunya dapat kita cegah. Oleh karena itu kita harus melakukan hal-hal yang dapat mencegah malaria menginfeksi kita. Kita dapat melakukan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup genangan air, menabur serbuk abate untuk membasmi jentik nyamuk. Selain itu, kita dapat memakai pakaian yang tertutup sebagai pelindung dan gunakan lotion anti nyamuk di jam rawan nyamuk Anthopeles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *