Introver vs Ekstrover, Manakah yang Lebih Baik?

Pexel/Amina Filkins

Pasti di antara kalian sudah tidak asing mendengar kedua istilah ini, bahkan sudah sangat sering disebutkan. Istilah yang sering dipakai untuk menyebutkan jenis kepribadian seseorang.

Kita semua tahu bahwasanya teman-teman di sekeliling kita, bahkan diri sendiri pun tentunya mempunyai kepribadian yang berbeda-beda.

Istilah ekstover dan introver pertama kali dicetuskan oleh seorang psikolog Carl Gustav Jung dari Swiss sekitar tahun 1920.

Dikutip dari glints.com, menurut Jung, introver adalah spektrum yang mengubah energi psikis ke dalam dirinya dengan orientasi ke arah subjektif.

Sebagian besar ahli psikologi menyebut introver sebagai pribadi yang energinya cenderung berkembang melalui refleksi dan menyusut selama interaksi.

Seorang introver umumnya lebih memilih untuk menyendiri dan memiliki lingkup pertemanan yang relatif kecil. Seorang introver mampu berinteraksi dengan orang lain, hanya saja dia lebih memilih untuk tidak bertemu banyak orang. Hal itu akan membuatnya kehabisan energi.

Introver sendiri cenderung tidak suka omongan basa-basi, dan lebih memilih percakapan yang berarti. Selain itu juga, mereka cenderung memilih menulis dibanding berbicara dalam menuangkan isi pikirannya.

Seorang yang memiliki kepribadian introver biasanya akan merasa kelelahan dan kehilangan banyak energi jika berada di tempat yang ramai dan banyak orang yang berkumpul.

Introver akan kehabisan energi dan cenderung mengisi energinya saat dia sedang sendiri dan jauh dari keramaian. Introver akan berada di dalam rumah sendiri dan melakukan hal-hal yang ia sukai untuk mengecas energinya.

Berbanding terbalik dengan introver, ekstrover cenderung dideskripsikan sebagai sosok yang memiliki sifat yang relatif terbuka, berenergi tinggi, dan banyak berbicara.

Selain itu, si ekstrover merasa nyaman dan semangat apabila berada di dalam kelompok yang melibatkan banyak orang.

Si ekstrover adalah seseorang yang cenderung suka berada di dalam keramaian. Ia akan mengisi energinya ketika bersama teman-temannya, berada di lingkup yang terdapat banyak orang.

Ekstrovert akan kehilangan energinya ketika ia sedang sendirian. Hal tersebut akan membuat ekstrover merasa bosan dan kesepian.

Adapun masing-masing kelebihan dari ekstovert dan juga introvert yaitu:

Kelebihan Ekstover

  1. Mudah bergaul atau berteman
  2. Cocok sebagai pemimpin (leader)
  3. Lebih ekspresif
  4. Memiliki komunikasi yang baik

Kelebihan Introver

  1. Seorang pendengar yang baik
  2. Pengamat yang baik
  3. Cenderung mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain
  4. Lebih berhati-hati saat berbicara

Setelah menyimak pembahasan di atas, pasti akan muncul di benak kita kepribadian mana yang lebih baik? Apakah ekstrover yang lebih baik? Atau malah introver?

Di sini perlu digarisbawahi bahwasanya tidak ada kepribadian yang lebih baik atau lebih buruk. Keduanya, baik introver ataupun ekstover memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ekstover dan introver adalah dua kepribadian yang berlawanan. Dalam hal ini tidak bisa dibandingkan, baik dalam satu atau dua hal saja.

Ketika kita memiliki kepribadian ekstover maupun introver, seharusnya kita bersyukur dan memaksimalkan kelebihan ataupun kekurangan kita agar menjadi potensi ke depannya.

Penulis: Aisyah Safitri
Editor: Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *