HUT ke-60 Pramuka, ini Filosofi Lambang Tunas Kelapa

Sumber : Google Image

Gerakan Praja Muda Karana atau yang akrab disebut Pramuka, nama ini mungkin sudah akrab di telinga kita pada masa sekolah pada program ekstrakulikuler tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA). Atau di organisasi jenjang Perguruan Tinggi.

Menginjak usia 60 tahun, Pramuka mengambil tema besar “Berbakti Tanpa Henti” di Hari Ulang Tahun (HUT) pada hari ini, Sabtu (14/8/21). Pramuka dibentuk guna memberdayakan pemuda bangsa ini. Dibalik dedikasi Pramuka kepada negeri, ternyata terselip filosofi lambang yang jarang diketahui. Secara sah, lambang gerakan Pramuka digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada panji-panji yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI).

Dilansir dari Wikipedia, Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh almarhum Sumardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai Tinggi Departeman Pertanian pada masa itu.

Lambang Gerakan Pramuka berupa Tunas Kelapa sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 6/KN/72 Tahun 1972, telah mendapat Hak Patent dari Ditjen Hukum dan Perundangan-undangan Departeman Kehakiman, dengan Keputusan Nomor 176634 tanggal 22 Oktober 1983, dan Nomor 178518 tanggal 18 Oktober 1983, tentang Hak Patent Gambar Tunas Kelapa dilingkari Padi dan Kapas, serta No. 176517 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Hak Patent tuliasan Pramuka.

Lalu, apa makna di balik Tunas Kelapa yang menjadi Lambang Pramuka?

Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “Cikal”, dan istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti penduduk asli pertama yang menurunkan generasi baru. Jadi, buah kelapa yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia.

Buah kelapa dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Hal ini juga yang lambangkan bahwa Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah, sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup. Dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi di tanah air dan Bangsa Indonesia.

Kelapa yang dapat tumbuh dimana saja, membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaiaman juga.

Mungkin kita juga tidak asing jika Pohon Kelapa tumbuh menjulang lurus ke atas. Ini juga merupakan salah satu pohan tertinggi di Indonesia. Artinya, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

Tak akan tumbuh menjulang pohon Kelapa jika tidak ada akar yang tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang ini mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap Pramuka berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

Selain batang dan akar, manfaat pohon Kelapa juga menjadi sorotan. Pohon ini serba guna, dari ujung atas hingga akarnya bisa digunakan. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaanya kepada kepentingan Tanah Air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Ternyata, filosofi dari Lambang Pramuka memiliki makna tersendiri. Bermanfaat dari akar sampai daun. Inilah yang ditanamkan kepada pemuda Indonesia sehingga bisa menjadi pemuda harapan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *