Hari Tanam Pohon Indonesia, Ini Sejarah dan Manfaatnya

Doc. Ukhuwah

Penulis : Wiardini Yuli Suwanti (Anggota LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang)

Hari Menanam Pohon Indonesia diperingati pada tanggal 28 November setiap tahunnya. Pohon sebagai suplai oksigen memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia. Penetapan Hari Menanam Pohon Indonesia menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian pohon demi mencegah dampak perubahan iklim yang kini jadi perhatian banyak pihak.

Dalam Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara yang diterbitkan oleh KLHK (2015), disebutkan bahwa 1 hektar Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) untuk 1.500 penduduk per hari dan menyerap 2,5 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.

Kemampuan pohon untuk menyerap CO2 merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim. Penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia (antropogenik).

Lalu mengapa hari ini ditetapkan sebagai Hari Penanaman Pohon berskala nasional? Selain itu, ada juga nih landasan hukum yang mengatur tentang penetapan hari tersebut.

Berikut ini sejarah dan manfaat dari menanam pohon tersebut!

Sejarah Hari Menanam Pohon Indonesia

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang “Hari Menanam Pohon Indonesia”, terdapat Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon, tepatnya pada 28 November 2007. Aksi tersebut dilaksanakan di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Hari Menanam Pohon Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008. Kebijakan tersebut dikeluarkan ketika masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan Presiden tersebut mempertimbangkan dua hal yaitu:

  1. Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kabupaten Bogor yang digelar pada 28 November 2007 serta kegiatan menanam selama Desember 2007 sebagai momentum strategis Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan.
  2. Sebagai upaya agar kegiatan pohon dapat berkelanjutan serta upaya memasyarakatkan gerakan menanam maupun memelihara pohon secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa.

Manfaat

Berikut beberapa manfaat lain dari pohon yang dilansir dari situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Probolinggo:

  1. Estetis (keindahan), menciptakan keindahan dari bentuk khas yang dimiliki.
  2. Orologis, mencegah erosi atau pengikisan tanah melalui akar pohon yang kuat.
  3. Hidrologis, membantu menyerap air hujan ke tanah.
  4. Klimatologis, menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman.
  5. Edaphis, sebagai tempat hidup satwa.
  6. Ekologis, memberikan keseimbangan lingkungan.
  7. Protektif, memberikan perlindungan dari berbagai hal seperti terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara.
  8. Hygienis, menghasilkan O2 (oksigen) di siang hari dan dapat menyerap CO2 (karbondioksida).
  9. Edukatif, menjadi tempat belajar mengenal tanaman bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Demikian informasi soal Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada 28 November. Yuk ikut menanam pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *