Hari Hak Konsumen Sedunia: Mayarakat Indonesia Perlu Kenali Hak-Hak Konsumen

Sumber : Kompas.com

Penulis : Arisa Domiani (Pengurus LPM Ukhuwah)

Consumer Rights Day atau akrab disebut dengan Hari Hak Konsumen Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Maret, merupakan momentum di mana masyarakat diseluruh dunia membangun kesadaran mereka terkait dengan hak-hak kebutuhan konsumen itu sendiri.

Dilansir dari voinews.id, sejarah mencatat bahwa ditetapkannya peringatan hari hak konsumen ini karena ucapan Presiden Amerika Jonh F. Kennedy pada tanggal 15 Maret 1962. Disampaikannya bahwa konsumen adalah sekelompok ekonomi terbesar, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hampir setiap keputusan ekonomi publik dan swasta.

Namun mereka adalah satu-satunya kelompok penting yang pandangannya tidak didengar. Untuk itu Consumers International sebuah oraganisasi yang memperjuangkan hak-hak konsumen international menetapkan tanggal tersebut sebagai hari hak konsumen sedunia.

Hak konsumen sedunia bertujuan untuk menyoroti bahwa hak setiap konsumen dihormati dan dilindungi, serta untuk memprotes pelanggaran pasar dan ketidakadilan sosial yang merusak hak-hak tersebut.

Dikutip dari surabaya.proxsisgroup.com ternyata masih banyak yang belum menyadari apa saja hak-hak konsumen tersebut, sehingga masyarakat perlu memposisikan dirinya juga sebagai konsumen. Kegiatan jual beli kini semakin luas, dengan munculannya berbagai marcetplace dan e-commerce demi kesejahteraan masyarakat dan mempermudah transaksi jual beli.

Di Indonesia hak konsumen dilindungi oleh Undang-Undang (UU), seperti yang diatur dalam UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen Republik Indonesia yang berlandaskan pada Undang-Undang dasar 1945 pasal 5 ayat (1), pasal 21 ayat (1), pasal 27, dan pasal 33. Hak konsumen yang terkandung dalam pasal-pasal tersebut antara lain :

  1. Hak dalam memilih barang
  2. Hak mendapat kompensasi dan ganti rugi
  3. Hak mendapat barang/jasa yang sesuai
  4. Hak menerima kebenaran dalam segala informasi pasti
  5. Hak pelayanan tanpa tindak diskriminasi

UU Perlindungan konsumen sangat diperlukan karena dapat dijadikan sebagai landasan Hukum yang kuat bagi pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat untuk pemberdayaan konsumen. Konsumen dan produsen berhak untuk menerima manfaat yang bersifat tidak merugikan salah satu pihak. Keterbukaan antara produsen dengan konsumen  juga sangat penting guna mendapat kepercayaan dan kenyamanan terhadap konsumen sebagai pengguna produk.

Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *