Cara Tidak Efektif dalam Menguasai Bahasa Arab

Sumber : Google Image

Penulis : M Reza Arya Pramudya (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang)

Sebagaimana kita ketahui Negara Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, sehingga setiap daerahnya memiliki bermacam-macam bahasa. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia sendiri menempati urutan ke-2 dunia yang memiliki bahasa terbanyak yang berjumlah 718 bahasa.

Selain bahasa, Indonesia juga memiliki julukan The Biggest Moslem Population. Indonesia merupakan negara muslim terbesar dunia. Berdasarkan data Global Religius Future, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi. Kemudian pada 2020, penduduk muslim Indonesia diperkirakan akan mencapai 229,62 juta jiwa.

Meski Indonesia merupakan negara muslim terbesar, namun tidak semuanya fasih dalam berbahasa Arab. Meski sebenarnya juga bahasa Arab ini tidak begitu asing bagi kita, sedari kecil pula kita belajar bahasa Arab untuk mampu membaca Al-Qur’an, sehingga dapat dibawakan dalam beribadah. Pembelajaran bahasa Arab juga ada di sekolah-sekolah umum, seperti pondok pesantren, madrasah dan sekolah-sekolah yang memiliki mata pelajarannya.

Di kampus yang berbasis Islam juga wajib mengambil mata kuliah bahasa Arab, namun apakah semuanya fasih dalam berbahasa Arab? Tentunya masih ada yang belum fasih meski tahu penyebutan dan pemaknaannya.

Dalam artikel ini, terdapat beberapa cara tidak efektif yang dialami sejumlah orang dalam mempelajari bahasa Arab. Berikut di bawah ini merupakan kendala-kendala dalam penggunaan metode pembelajaran bahasa arab.

1. Tidak Konsisten dalam Mempelajari Metode yang Digunakan

Mempelajari Bahasa Arab ataupun Bahasa Asing pasti memiliki sebuah metode. Salah satu metode yang masih diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah mempelajari dan menguasai Nahwu dan Shorof.

Di dalam metode ini, banyak sekali materi-materi ataupun substansi yang dapat dikelola dalam mempelajari dalam bahasa Arab. Namun, ketika kita tidak memiliki konsistensi dalam mempelajarinya, maka kita bisa saja akan kesulitan dalam mengingat kembali materi yang sebelumnya telah dipelajari untuk melanjutkan materi selanjutnya.

2. Terlalu Banyak Menggunakan Metode

Sama halnya dengan kendala di atas, terlalu banyak menggunakan metode juga dapat menjadi kendala dalam mempelajari bahasa Arab. Karena itu, ketika menggunakan banyak metode yang berbeda, juga seringkali memberikan kebingungan untuk mengkorelasikan materi dengan metode A dan B. Untuk itu sebaiknya kita menuntaskan terlebih dahulu metode pertama lalu metode kedua yang sesuai dengan materi yang dipelajari.

3. Metode Menghafal namun Tidak Mengulang

Berikutnya metode menghafal, kita tahu bahwasanya mengahafal merupakan salah satu metode ataupun cara yang diterapkan dalam mempelajari bahasa Arab. Dengan menghafal banyak kosa kata yang meletakkan dalam ingatan, agar dapat digunakan dalam berbicara. Namun sering kali dengan menghafal banyak kosa kata tanpa mengulang dapat menghilangkan secara perlahan kosa kata yang telah kita hafal sebelumnya, sehingga metode ini cukup kurang efektif.

Namun kita dapat mengubahnya dengan membaca beberapa kalimat ataupun cerita berbahasa Arab, sehingga kita mencoba untuk menerjemahkan dan memahami kalimat ataupun cerita itu sendiri. Kita akan dapat memperoleh ataupun mengingat kosa kata secara tidak langsung atau tanpa berusaha untuk menghafal kosa kata dengan satu persatu.

4. Tidak Didukung Dari Lingkungan

Dukungan lingkungan dalam mempelajari bahasa Arab. Karena kemampuan dalam berbahasa Arab bukanlah pembelajaran pada mata pelajaran umum di sekolah. Kemampuan ini lebih intens atau mengarah pada keterampilan, sehingga memerlukan metode praktik secara terus menerus yang dapat didukung langsung dari lingkungan untuk membiasakan pengenalan otak terhadap bahasa yang diucapkan. Ialah melalui kontak langsung dengan bahasa tersebut, secara pengucapan, tulisan ataupun penggunaan dalam alat komunikasi.

Dari beberapa cara yang tidak efektif di atas, bukan berarti kita tidak bisa memahami dan berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Kita dapat saja menguasainya dengan metode tersendiri atau bisa mencari guru yang pandai berbahasa Arab dan metode belajarnya bisa kita terima. Namun, haruslah juga didukung dengan lingkungan. Maka tidak menutup kemungkinan kita dapat menguasai bahasa Arab sebagai bahasa kedua kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *