Cara Menghadapi Anak Autis saat di Sekolah

Foto : IST

Penulis : Sumiati, S.Pd

Perkembangan anak usia dini sangat berpengaruh pada perkembangannya di masa yang akan datang. Anak merupakan harta yang tak ternilai harganya. Anak juga merupakan amanah yang diturunkan oleh Allah, sehingga kewajiban bagi kita sebagai orang tua untuk menjaga, membesarkan, dan mendidiknya. Anak usia dini memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang pemalu, aktif dan ada juga yang autis.

Apa itu Autis ?

Autis adalah kelainan perkembangan saraf yang menyebabkan gangguan prilaku dan interaksi sosial. Anak yang autis akan mengalamin kesulitan dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, serta berprilaku.

Ciri -ciri Anak Autis :

1. Kesulitan Komunikasi

Masalah komunikasi yang kerap dialami anak penderita autis, antara lain sulit bicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat, seperti menunjuk dan melambai.

2. Gangguan dalam berhubungan sosial

Anak yang autis sering terlihat asik dengan dunia sendiri, sehingga sulit berhubungan dengan orang-orang sekitarnya. Terkadang anak dengan autis terlihat kurang responsif atau sensitif terhadap perasaannya sendiri atau orang lain.

3. Gangguan perilaku yang sering di tunjukkan anak autis, diantara lain :

  1. Marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas
  2. Hanya menyukai atau mengonsumsi maskanan tertentu
  3. Melakukan tindakan atau gerakan tertentu dilakukan berulang, seperti mengayun tangan  atau memutar-mutar badan
  4. Hanya menyukai objek atau topik tertentu
  5. Melakukan aktifitas yang membahayakan diri sendiri, seperti menggigit tangan, dengan kencang, atau membenturkan kepala ke diding.
  6. Memiliki bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku
  7. Sulit tidur

Cara mendampingi Anak Autis

1. Jangan dikucilkan dalam keluarga

Anak autis biasanya dianggap memalukan dalam keluarga, pandangan yang negatif dari orang tua itulah yang membuat penderita autis kadang menjadi bahan olokan di lingkungan sekitarnya. Kita sebagai orang tua harus mampu menerima dan memberikan pengertian kepada anggota keluarga bahwa ini adalah tantangan yang di hadapi bersama-sama.

2. Lebih sabar menghadapinya

Anggota keluarga terutama orang tua harus lebih sabar dan mengendalikan diri dalam menjaga dan,merawat anak autis.

3.Melakukan fiksasi pada Anak

Sering Anak autis memiliki kondisi emosional yang tak tertentu, dan juga anak Autis  tiba- tiba menjadi tantrum tanpa peduli stuasi sekelilingnya walaupun dalam keramaian. Cara mengatasi anak autis yang tiba-tiba tantrum, kita bisa melakukan cara fiksasi tanpa harus bicara padanya, seperti memalingkan pandangan buah hati Anda agar tidak menghadap Anda. Lalu Anda jepit kedua kakinya menggunakan paha. Peluk buah hati Anda dari belakang dengan posisi tadi. Silangkan kedua tangan buah hati Anda kedepan. Pegang erat kedua siku buah hati Anda sambil  tangan kanan memegang bagian siku kiri, dan tangan kiri Anda memagang siku kanannya. Peluk erat buah hati Anda hingga dia kembali tenang dan berhenti menangis

4.Tidak memaksa Anak

Jangan perna memaksa anak  untuk berkomunikasi dengan bahasa verbal seperti layaknya anak normal, karena anak autis biasanya berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan bahasa isyarat.

5.Temukan cara berkomuniokasi yang efektif

Kita harus bisa menemukan cara berkomunikasi yang efektif,entah itu dengan verbal ,sentuhan ,intonasi kalimat, bahasa tubuh ,atau cara memandang.Lakukan observasi dan percobaan dengan kreaktif , mungkin saja anak kita berkomunikasi dengan beberapa  kombinasi panca indra

6.Saling tukar informasi dengan orang tua lain

Saling berbagai dan bertukar informasi dengan orang tua lainnya yang mempunyai anak  autis.Ini akan membantu dalam menghadapi  anak autis ,salain itu juga bisa saling menguatkan.

7.Gunakan bantuan profesional

banyak organisasi yang menangani anak penderita  autis. Kita bisa meminta bantuan profesional pada mereka.Baik dalam bentuk tenaga, terapi konsultasi ,saran atau sekedar semangat.

Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak autis

1. Mengajar dengan menggunakan media visual ,dan konkret

2. Hindari kalimat yang panjang dalam mengajar

3. Minimalisir keributan dan suara yang mengganggu dalam mengajar anak autis

4. Fokus memaksimalkan potensi bakat dan minat anak autis

5. Hindarkan cahaya lampu yang berlebihan

6. Buatlah suasana sekondusif mungkin dan sugesti pikirannya

7. Lakukan kontak mata dalam mengajar anak autis

8. Menyesuaikan pembelajaran dengan gejala anak autis

9. Melakukan Pengulangan materi pembelajaran

10. Memberi apresiasi

11. Menyebut nama dalam memberi intruksi dan arahan

12. Sabar dalam menghadapi anak autis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *