Artikel – Ukhuwahnews | Kepintaran atau kecerdasan merupakan harta yang berharga. Harta berharga ini sangan penting bagi manusia sebagai makhluk yang dipilih untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Dan tentunya, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai 2 jenis kecerdasan.
Seiring berkembangnya zaman, timbul banyak jenis kecerdasan yang ada pada manusia. Salah satu dari banyaknya jenis kecerdasan manusia ialah street smarts atau kecerdasan jalanan dan book smarts atau kecerdasan akademik. Menurut “Figure World” oleh Holland, Dkk., dalam paper tersebut, mereka mengeksplorasi kecerdasan melalui perspektif pemuda yang terpinggirkan. Kecerdasan yang dimaksud ialah street smarts dan book smarts.
Book smart, kecerdasan buku ataupun kecerdasan akademik ialah kecerdasan yang dimiliki oleh orang orang yang berasal dari buku, sumber kecerdasan yang dimiliki oleh orang orang book smarts berasal dari hal yang berbau literasi dan berasal dari bangku pendidikan. Orang yang memiliki kecerdasan ini, umumnya menguasai teori dari ilmu-ilmu yang didapat dengan baik di bangku sekolah maupun pendidikan.
Seorang book smarts memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Orang dalam barisan book smarts ini sangat menguasai ilmu dengan nilai dasar, sehingga sangat jago dalam hal berdebat. Biasanya, ia juga akan memiliki nilai akademik yang lebih unggul. Jadi jangan heran, mereka akan memiliki nilai raport yang sama baiknya. Tak jarang, mereka turut menggapai cita-citanya dengan baik sesuai kecerdasan yang dimiliki, karena pada umumnya kebanyakan orang-orang lebih mengenal kecerdasan ini dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang orang kebnyakan menganggap ini merupakan kecerdasan sejati dan satu-satunya.
Baca juga: Artificial Intelligence: Seberapa Besar Dampaknya Terhadap Mahasiswa?
Sayangnya seorang book smarts terkadang kesulitan dalam mengimplementasikan atau menerapkan ilmu teori yang ia miliki. Ia hanya paham teori dari sebuah ilmu tetapi ketika hendak menerapkannya, ada batasan batasan yang membuat seorang book smarts kesulitan. Seperti contoh, seorang book smarts, paham bagaimana cara dan tahapan bernegoisasi namun tidak bisa melakukannya secara langsung. Selain itu orang yang memiliki kecerdasan ini juga memiliki nalar pikir yang kurang baik dan terkesan kaku. Mereka terbiasa melakukan susuatu secara prosedurial. Dan jika dihadapi sesuatu yang sulit, mereka akan kesulitan dalam menghadapinya.
Berbeda dengan book smarts, street smarts atau disebut juga kecerdasan jalanan memiliki definisi kecerdasan yang berbeda. Street smarts merupakan kecerdasan yang berasal dari jalanan atau pengalaman. Orang orang street smarts terbiasa belajar di jalanan dan dari jalanan, mereka sangat mengedepankan penyelesaian masalah dengan bedasarkan pengalaman yang mereka miliki.
Jika book smarts terkesan kaku dalam menyikapi persoalan, dengan penalaran yang sangat baik seorang street smarts justru lebih fleksibel dan praktikal dalam melakukan sesuatu. Tidak terpaku dalam buku, street smarts bisa melakukan sesuatu dengan dadakan.
Seorang street smarts merupakan pemecah masalah yang sangat baik. Ia merupakan orang orang yang memiliki kemampuan membaca situasi dan berkemampuan memberikan solusi. Berdasarkan pengalamannya, street smarts dapat membantu pemecahan masalah, dibantu komunikasi yang dimiliki dengan baik. Hal ini membuat seorang street smarts lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Street smarts hanya butuh modal keberanian dalam melakukan sesuatu, dan ia terbiasa melakukan sesuatu dengan “learning by doing”.
Dari kedua kecerdasan tersebut tidak ada yang lebih baik ataupun yang lebih buruk. Keduanya memiliki nilai positif maupun negatif masing-masing. Alngkah bainya, untuk kita memahami dan mnyeimbangkan keduanya. Karena book smarts tanpa street smarts tidak akan bisa berjalan dengan baik, begitu pula sebaliknya. Selain itu, kita juga bisa berekaloborasi dengan orang-orang yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan kita, karena mau bagaimanapun juga manusia merupakan makhluk sosial yang saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain.
Umumnya setiap kepribadian memiliki kecerdasan dari 2 jenis kecerdasan di atas. Sebagai salah satu pemilik kecerdasan di atas, kita bisa lebih bijak untuk menyikapi kecerdasan yang dimiliki. Selain itu, kita juga bisa mengantisipasi kekurangan dari kecerdasan yang dimiliki kedepannya. Dari penjelasan di atas, kamu bagian yang mana, pakah book smarts si jago debat atau street smarts si pemecah masalah?
Reporter: Annisaa Syafriani
Editor: Putri Ayu Lestari

About Post Author
Putri Ayu Lestari
More Stories
Saldo Seringkali Hilang Keamanan Dompet Digital Dipertanyakan
[caption id="attachment_3142" align="alignnone" width="300"] Sumber: Freepik[/caption] Artikel-Ukhuwahnews | Perkembangan teknologi yang pesat sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk dalam bidang...
Shalat Ied di Jembatan Ampera: Simbol Kebersamaan Masyarakat Palembang
Suasana Solat Ied bersama berlatar ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera. Ukhuwah Foto/Wisnu Alfin Nugroho Penulis: Marshanda (Pemimpin Umum) Artikel -...
Menulis Sebagai Metode Efektif Mengenal Potensi Diri
[caption id="attachment_2988" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Terkadang, seorang merasa sulit dalam mencari potensi diri atau kemampuan terpendam...
Tips Lindungi Data Pribadi di Era Digital
[caption id="attachment_2935" align="aligncenter" width="300"] Ukhuwah Desain/ Ahmad Hafidz Qudrawi[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Pernahkah kamu mendapatkan pesan dari kontak tidak...
Banjir Jabodetabek: Apa yang Menjadi Faktor Utama?
[caption id="attachment_2779" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Banjir yang kerap melanda wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan...
Mengenal Lebih Dekat Terkait ‘NPD’
[caption id="attachment_2677" align="aligncenter" width="722"] Ukhuwah Desain/Winda Wulandari[/caption] Artikel – Ukhuwahnews | Halo sobat Ukhuwah! Tentunya tidak asing lagi bukan jika...
Average Rating