Pemotongan Pita- Berlangsungnya simbolis pemotongan pita resminya dibuka Kedai Berkah, di KM. 6,5, Minggu, (12/02/17)

Pemotongan Pita- Berlangsungnya simbolis pemotongan pita resminya dibuka Kedai Berkah, di KM. 6,5, Minggu, (12/02/17). Ukhuwah/Nadyia.

Wiji Lestari, Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi, semester akhir di Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palemban

Wiji Lestari-Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, semester akhir di Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang.

Palembang-Ukhuwahnews.com | Banyak mahasiswa di zaman sekarang berminat untuk menekuni dunia wirausaha, seperti halnya yang sudah dijalani oleh Wiji Lestari, salah satu mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, semester akhir di  Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Wiij panggilan akrabnya, ia membuka tempat kuliner bersama kedua temannya di Jl. Sosial Kelurahan Sukabangun – Sukarami KM. 5 Palembang yang bernama Kedai Berkah. Latar belakang berdirinya kedai ini bermula karena ia hampir memilih stop out untuk kuliahnya, tetapi ia berfikir tidak mungkin stop out hanya karena sekarang ia sudah semester akhir.

Wiji tidak sendirian mendirikan kedai ini, ada beberapa temannya yang membantu untuk memajukan usahanya, dan hasilnya pun memuaskan malah diluar ekpetasi. “Alhamdulillah dikasih jalan oleh Allah. Saat saya pindah kosan disini, Kebetulan bapak kost saya, Pak Muzammil adalah pengusaha. Jadi dia mengajak bekerjasama dalam mendirikan usaha. Dia menyediakan fasilitas tempat dan alat-alat, jadi saya tinggal membantu yang belum ada yaitu bahan dan tenaga” ujar Wiji.

Wiji dari kecil sudah di didik untuk mandiri dan disiplin. Basic memasaknya sudah ada saat ia kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Usaha awalnya dimulai saat ia memasuki bangku perkuliahan. Awalnya usaha yang manis-manis seperti kue ulang tahun.

“Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita ada kemauan,” tutur Wiji.

Sekarang tepatnya, Minggu, (12/02/17) ia membuka tempat kulinernya sendiri. Ia juga menjelaskan bahwa disepanjang jalan ini nanti akan dijadikan sebuah Kampung Kuliner jadi tidak salah kalau kami memulai usaha kuliner ini sejak dini disini.

Wiji mengatakan bahwa Kedai Berkah mempunyai menu andalannya, Pecel lele bule Gondrong dan Ayam Penyet. “Yang bedain pecel lele bule gondrong dengan yang lain itu, pertama, mereka akan penasaran kenapa sih dinamain bule gondrong. Kedua, sebenarnya penampilan pecel lelenya sendiri cuma di kasih kremes dikepalanya dan ketiga, di kasih cita rasa yang berbeda untuk sambalnya.” Jelas wiji saat ditanya oleh rekan ukhuwah

Meski dia adalah mahasiswa aktif tapi tidak menyulutkan semangatnya untuk tetap berwirausaha dan tidak mengganggu kuliahnya. “Sebenarnya mahasiswa yang kuliah sambil kerja itu pemikirannya sudah mulai matang, Semua sudah terkonsep dan termanage. Karena saya disini juga salah satu ownernya jadi, insyaAllah semua bisa di manage dan di planning dengan rapi.” tambah Wiji

Dia pun berpesan kepada mahasisiswa yang masih mengandalkan orang tua untuk mengurangi hura-hura, karena orang tua kita menyekolahkan kita sebagai mahasiswa supaya bekembang.

“Harus dimatengi lagi pikirannya, timbulkan kesadaran masing-masing kalau posisi kita disini bukan cuma sebagai mahasiswa. Apa yang kita dapat di perkuliahan kita salurkan dilapangan, itulah kenapa kita harus jadi mahasiswa inovatif dan kreatif,” katanya.

Mahasiswa harus mulai berpikiran maju dan segera berani mengambil resiko untuk mencoba lebih baik lagi.

“Kenapa gak dicoba karena kesempetan takkan terulang lagi, waktu yang kita buang sia-sia, kita buat dengan kesibukan positif. karena kesibukan yang positif bisa membentuk pribadi kita yang positif juga,” ungkap Wiji.

Khairul Rizki Salah satu pengunjung Kedai Berkah mengatakan bahwa baru pertama kali ada kedai yang buka dengan acara yang besar-besaran seperti ini, dengan adanya lomba karaoke ini juga bisa menjadi daya tarik pengunjung.

“Apalagi Wiji tadi mengatakan bahwa lomba karaoke ini akan diadakan setiap bulannya, selain lomba dengan adanya discount lagi sebenarnya bisa memancing pengunjung untuk datang ke Kedai Berkah. jangan liat dari ruginya. kan tidak harus setiap bulan adanya discount,” kata Khairul

Dia menambahkan bahwa kualitas dari rasa di Kedai Berkah ini tidak diragukan lagi karena saat buka pada siang hari, sorenya pun sudah habis terjual. Apalagi kedai ini sedang membuka promo sampai akhir februari ini dengan haraga Pecel Lele Gondrong Free es teh dengan harga 9.500 dan Ayam Penyet Free es teh dengan harga 11.500.

“Harapan saya semoga Kedai Berkah ini lancar, berkah, maju usahanya. apalagi anak kuliah yg sudah punya usaha,  bisa lebih cerdas mengelola  usahanya,” tutup Khairul.

Reporter : Ndy, Fkr

Editor : Mcr

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah