Opini

Valentine’s Day And Islam

Antique_Valentine_1909_01Di dunia Barat khususnya umat Kristiani merayakan valentine’s day (hari kasih sayang) pada tanggal 14 Februari yang merupakan bagian dari ajaran agama mereka dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang mereka sembah. Sejarah valentine tidak dapat kita pastikan kebenarannya karena terdapat beberapa versi. Namun, membaca sejarah untuk menambah pengetahuan tidak ada salahnya. Kita dapat membaca di beberapa situs tentang sejarah valentine’s day.

Saat ini valentine’s day nampaknya tak lagi hanya milik umat kristiani karena perayaan hari valentine telah menjamur di seluruh belahan dunia. Bahkan Indonesia tak ketinggalan.

“Selamat hari valentine” ungkap orang- orang yang merayakannya. Tak mengenal usia tua, muda, dan remaja. Mereka saling mengungkapkan perasaan kasih sayang mereka pada orang yang mereka kasihi. Namun perayaan ini lebih banyak digandrungi oleh para remaja. Dengan ucapan, perbuatan,  hadiah dan merayakannya di suatu tempat yang romantis bersama pasangan ataupun keluarga merupakan beberapa cara yang dapat mereka lakukan saat perayaan valentine tiba.

Jika disurvei di seluruh kota di Indonesia mungkin di sana tak ketinggalan perayaan valentine beserta pernak perniknya seperti bunga, coklat, kartu ucapan dan hadiah lainnya. Saat memasuki awal bulan Februari pernak pernik ini mulai dijajajakan dari mulai pedagang kecil hingga pusat pertokoan. Dan saat ini pun tak ketinggalan untuk meramaikan perayaan hari valentine tempat hiburan seperti hotel dan cafe menyiapkan suatu acara khusus pada malam valentine guna menarik minat para konsumen.

Hari valentine banyak digandrungi oleh para remaja atau kaum muda pada saat ini, tidak hanya tak mengenal usia namun, perayaan valentine kini juga tak memandang agama. Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini, siapapun dapat merayakannya meski valentine yang sejarahnya berasal dari agama Nasrani tak menghalangi beberapa orang lain yang bukan pengikut agama Nasrani juga ikut merayakannya.  Meski hari valentine bukanlah perayaan nasional.

Dalam agama Islam tak menghalangi agama lain merayakan hari besar agamanya atau mengikuti ajaran agamanya. Hanya saja dalam ajaran Islam menolak ajakan orang kafir untuk mengikuti ajaran agama mereka, seperti yang tertulis dalam Al-Quran dalam surah Al Kafirun yang artinya :

Katakanlah:”Hai orang-orang kafir!, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”.

Surat ini diturunkan agar Nabi Muhammad SAW. menolak dengan keras ajakan kafir untuk mengikuti agama mereka surat ini juga menerangkan bahwa Rasulullah SAW tidak akan pernah mengikuti agama orang-orang kafir. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Thirmidzi).

Allah SWT berfirman, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. Al Maidah: 51).

Islam tidak melarang berkasih sayang sesama manusia bahkan manusia itu sendiri diciptakan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, diciptakan untuk saling mengenal yang bertujuan agar manusia dapat saling menyayangi. Sekali lagi Islam bukan melarang orang saling menyayangi namun Islam menolak dengan keras untuk mengikuti ajaran agama lain.  Bukan berkasih sayangnya yang tidak dibolehkan tapi Islam melarang mengikuti ajaran agama lain.

Tidak hanya itu pada hari valentine banyak orang mengucapkan “my be valentine” yang artinya “jadilah kekasihku”. Banyak orang tidak mengetahui makna lain dari kata valentine. Ken Sweiger dalam artikel Should Biblical Christians Observe It ? (www.korrnet.org) menyebut bahwa, kata “Valentine” asalnya dari bahasa latin yang berarti “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa.”

Hal ini sangat tidak dibenarkan oleh Islam. Karena jika kita mengucapkan my be valentine day berarti kita meminta orang itu menjadi yang Maha Kuasa. Ini artinya kita telah menyekutukan Allah tanpa kita sadari. Ingatlah dosa syirik adalah dosa yang paling besar .

Katakanlah :” Dia-lah Allah Yang Maha Esa”. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al Ikhlas, 112)

Dalam surah di atas, menegaskan tentang kemurniaan keesaan Allah SWT dan menolak segala macam kemusyrikan, menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Inilah bahaya besar kesyirikan dan kejayaan bagi Nasrani yang telah menyerang pemikiran kita! Benar. Allah dan Rasul-Nya sudah memberi peringatan sangat keras dalam Al-Quran dan hadist.

Tidak jarang kita mendengar ungkapan “kenapa harus hari valentine? hari kasih sayang itukan bisa setiap hari tidak hanya pada hari valentine”. Kalimat ini seharusnya benar sehingga kita bisa menghapuskan perayaan valentine di muka bumi ini, karena pernyataan yang mengungkapkan tanggal 14 Februari adalah hari kasih sayang adalah salah karena hari kasih sayang dapat dilakukan setiap hari. Hari kasih sayang itu tidak hanya pada tanggal 14 Februari tapi adalah seluruh hari. Tetapi bukan itu, tidak akan semudah itu menghapus suatu ajaran agama, bukan untuk menghapuskan perayaan valentine. Biarkan agama lain melakukan ajaran agamanya dan Islam tetap pada ajarannya.

Satu hal yang perlu menjadi perhatian kita saat ini ialah ada beberapa orang Islam yang ikut merayakan hari valentine. Dapat ditebak sudah tentu remaja atau kaum mudalah yang biasanya melakukan kebiasaan ajaran agama lain ini. Ada beberapa alasan mereka ikut merayakan valentine: pertama, mereka tidak paham tentang larangan agama Islam dan kedua, mereka paham tapi melanggar.

Di luar dari larangan Islam tentang mengikuti ajaran agama lain yang ditakutkan adalah beberapa orang yang berkasih sayang melebihi batas, terlebih biasanya yang merayakan valentine adalah muda mudi yang belum menikah atau yang ditakutkan mereka melakukan zina. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra’: 32)

 

Kembali lagi pada pendidikan agama Islam yang menamamkan nilai keimanan dan seharusnya telah mereka miliki dari kecil yang diajarkan melalui  pendidikan keluarga, sekolah dasar, dan lanjutan. Sehingga pada saat remaja mereka tidak salah jalan dan telah dapat membedakan mana yang sesuai ajaran dan mana yang tidak diajarkan.

Sebagai muslim seharusnya kita saling mengingatkan, anggaplah ungkapan peringatan itu sebagai bentuk kasih sayang, karena inilah bukti cinta pada sesama saling mengingatkan. Jika menyayangi seseorang engkau bisa mencurahkannya lewat doa pada Allah yang akan menjaga kekasihmu dengan jalan agama yang akan menambah keimananmu.

“Mendoakanmu adalah caraku mengirimkan kasih sayang di setiap aku mengingatmu

dan kebahagian saat bersama lebih indah saat kau telah halal bagiku

tak akan ada surga dunia kubayar dengan cara yang salah “.

Oleh : Dwi Latifah Afriyani

ket : Gambar Diambil dari Google

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah