Gallery

Surat Hibah Sri Farida Dianggap Cacat Hukum

Foto : Ellyvon Pra Peradilan hari kedua atas kasus uang hibah dan tuduhan penggelapan uang Rp 80 Juta Rupiah oleh Sri Farida binti Suhaimi. Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (8/3/2016).

Foto : Ellyvon
Pra Peradilan hari kedua atas kasus uang hibah dan tuduhan penggelapan uang Rp 80 Juta Rupiah oleh Sri Farida binti Suhaimi. Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (8/3/2016).

 

Palembang-Ukhuwahnews.com | Pemohon Sri Farida mengaku menandatangani surat hibah milik Saniah oleh Amiruddin karena berada dibawah tekanan, maka surat hibah tanah itu dianggap cacat dan batal dimata hukum. Pernyataan pengacara Sri Farida binti Suhaimi, Bustambul Fahmi, S.H M.H dalam Sidang Pra Peradilan kasus tuduhan penggelapan uang sebesar 80 Juta Rupiah, di Pengadilan Negeri Palembang pada Selasa (8/3/16).

“Pemohon saat menandatangani surat tersebut tidak mengerti, dan tidak didampingi oleh pihak yang mengerti, jadi jelas itu sudah menjadi penipuan,” tambah Fahmi.

Sidang pra peradilan pada hari kedua ini, membahas pernyataan dari pemohon Sri Farida yang menolak status tersangka terhadapnya karena kasus surat hibah Saniah. Serta uang sebesar 80 juta Rupiah itu yang disepakati bersama oleh Sri Farida dan AMiruddin adalah sebagai bantuan atau pemberian secara sukarela. Dan menurut pemohon, Amiruddin sebagai termohon dalam hal ini hanya memanfaatkan dan mengelabui keluarga pemohon saja.

Pihak pemohon meminta agar pengadilan dapat memberikan keputusan dengan menghukum pihak termohon, serta membayar ganti rugi sebesar 500 Juta Rupiah dan biaya pra peradilan. Hakim Ketua pengadilan memberikan kesempatan kepada pihak termohon untuk berbicara, Polisi Resor Kota (POLRESTA) meminta kepada hakim agar dari pemohon memberikan bukti dalam bentuk berkas-berkas yang kongkrit.

Maka, dari kesepakatan pihak termohon dan pemohon akan melanjutkan sidang pada hari Kamis (10/3/2016) dengan agenda bukti berupa berkas-berkas. Sehingga, di jadwalkan Jumat (11/3/2016) persidangan akan mendengarkan saksi-saksi.

Reporter : Mcr
Editor : Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah