Gallery

Sirozi Angkat Bicara di Depan Aksi Demo

 

Mengelap- Rektor UIN RF, Sirozi saat mendengarkan tuntutan aksi dari AMPK UIN RF sebelum memberikan tanggapannya perihal tuntutan yang diajukan tersebut. Di Depan Akademik Center UIN RF, Senin (23/5). Ukhuwahnews/ Hairul Akbar

Mengelap- Rektor UIN RF, Sirozi saat mendengarkan tuntutan aksi dari AMPK UIN RF sebelum memberikan tanggapannya perihal tuntutan yang diajukan tersebut. Di Depan Akademik Center UIN RF, Senin (23/5). Ukhuwahnews/ Hairul Akbar

 

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang kembali mendemo pihak Rektorat di depan gedung Academic Centre UIN RF, Senin (23/5/16). Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) itu menuntut kejelasan proses pengerjaan almamater angkatan 2014 dan 2015 serta menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk tahun ajaran 2016/2017.

Koordinator Aksi (Korak) Agus Suherman Tanjung dalam orasinya mengatakan pihak rektorat harus memberikan transparansi pengadaan almamater tersebut. Karena dikhawatirkan ada oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari dana almamater.

“Sudah tiga kali kami melakukan demo ini, tapi belum pernah ditanggapi oleh rektor yang baru. Dua tahun mahasiswa angkatan  2014 menunggu almamater, sampai sekarang masih belum jelas dimana keberadaannya,” ujar Tanjung dengan nada bersemangat saat berorasi.

Selain itu Tanjung menambahkan, Rektor harus mempertimbangkan kembali kenaikan UKT untuk tahun ajaran baru mendatang. Karena dianggap memberatkan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Serta kenaikan UKT juga dinilai melanggar pasal 31 Undang-Undang dasar (UUD) 1945.

“Mengenai kenaikan UKT, sebaiknya pihak kampus jangan sampai menaikkan lagi UKT itu. Seharusnnya pula dengan system UKT itu, tidak ada lagi pungutan-pungutan lain. Tapi masih ada pembayaran-pembayaran seperti uang study tour dan persatuan-persatuan orang tua mahasiswa seperti POM di fakultas Syari’ah,” katanya lagi ditengah orasi diikuti teriakan semangat peserta orasi.

Rektor UIN RF, Sirozi yang sedang mengikuti acara Tasyakuran alih status menjadi UIN RF di dalam gedung AC segera keluar, bertemu para aksi demo dan memberikan tanggapannya perihal persoalan yang dituntut AMPK. Sirozi mengatakan penerapan UKT dan kenaikan UKT di UIN merupakan kebijakan dari pusat yaitu Kementrian Agama  (Kemenag) Republik Indonesia dan Direktorat Pendidkan Tinggi (DIKTI).

“Kami hanya menjalankan tugas dan amanah dari Kemenag. Juga, untuk kalian ketahui bahwa pemberlakuan UKT itu sudah dilakukan sesuai prosedur yang ada. Dan jumlah besaran yang dibayarkan itu, ditentukan oleh kebutuhan program studi masing-masing jurusan,” terangnya.

Sirozi menambahkan, jika ada persoalan pungutan selain UKT harus segera dilaporkan ke pihak rektorat.

“Ingat. Belum tentu semua kegiatan mahasiswa seperti study tour termasuk dalam perincian UKT. Kalau memang kegiatan seperti study tour itu memberatkan mahasiswa, ya lebih baik ditiadakan saja dan diganti dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Jika ada pelanggaran akan segera kami proses,” jelasnya.

Lebih lanjut mengenai keterlambatan almamater dua angkatan, Sirozi meminta maaf atas kelalaian pihak kampus. Keterlambatan itu disebabkan permasalahan administrasi yang tidak disengaja oleh kampus.

“Dana almamaternya itu masih ada. Tidak kami salahgunakan. Dan saat ini sudah dalam tahap pengerjaan oleh pemenang tender dari Jakarta. Kami menjanjikan bulan Juli nanti barangnya sudah sampai ke kita dan bisa dibagikan,” terangnya.

Para aksi demo sempat memanas ketika Rektor UIN RF segera memasuki lagi ruang AC. Sebelum akhirnya sepuluh orang dari AMPK itu diajak untuk berunding langsung dengan rektor. Dalam perundingannya, AMPK ingin meminta ketegasan komitmen agar Rektor UIN RF menandatangani selebaran tuntutan yang telah AMPK sebarkan selama seminggu melakukan aksi.

“Saya setuju untuk menandatangani komitmen itu. Tapi, saya minta berhentilah untuk berdemo ya. Lebih baik kita berunding dan bermusyawarah jika ada permasalahan. Saya butuh masukan juga dari mahasiswa seperti kalian. Ya, tapi lebih baik dengan cara yang bijak saja,” tutur Sirozi menenangkan.

Serempak, perwakilan AMPK menyepakati untuk setuju tidak melakukan aksi demo kembali.

 

Reporter : Lhl

Editor : Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah