Shitaa : Minoritas terjun ke Mayoritas? Why not?

“..sedangkan kelima jari tangan kita aja bentuknya enggak ada yang sama kan? Jadi apalagi alasan kita untuk tidak bersatu dan berbaur ke masyarakat yang mayoritas?”

Indonesia memiliki suku, agama, ras dan beragam golongan etnis yang tersebar dari ujung Sabang, hingga ujung Merauke. Dimana hal ini menjadi ciri khas dan nilai keberagaman budaya yang dimiliki negara kepulauan ini. Namun tak jarang juga saat ini, suku dan etnis dari luar negara juga turut mewarnai keberagamannya Indonesia dalam hidup bermasyarakat. Dengan adanya situasi ini dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang saling membangun satu sama lain demi kemajuan bangsa.

Shitaa salah satunya, alumni dari Program Studi Ekonomi Menejemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara stambuk 2014. Gadis yang terlahir dari  etnis India Tamil ini menjadi contoh dari perbedaan yang dimiliki Indonesia dan membangun masyarakat. Lahir di negara tetangga Selangor, Malaysia pada 6 September 1996 memiliki prestasi yang cukup membanggakan Indonesia dikancah Internasional.

Jika kebanggan dinilai dari sebuah prestasi gemilang seperti juara internasional, kemampuan yang tak tertandingi dan lain sebagainya. Shitaa berani membanggakan Indonesia dengan perbedaan yang ia terjang.

Terlahir dari etnis minoritas di Indonesia, membuat dirinya dinilai cukup berani untuk menonjol dikalangan mayoritas masyarakat. Mengapa tidak, stereotype masyarakat akan kaum minoritas ia patahkan dengan aksi bermasyarakat dan pengabdian Indonesia dikancah Internasional. Hal ini tertuang dari kegiatan yang ia ikuti yaitu GenBI (Generasi Baru Indonesia) Universitas Sumatera Utara, PEMA FEB USU dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2018 untuk Negara Asia Tenggara dan Jepang.

“Karena berdasarkan pengalam pribadi, teman-teman aku baik satu etnis maupun etnis lain yang notabenenya minoritas, mereka itu merasa minder untuk benar-benar terjun ke masyarakat. Bukan karena mereka tidak mau, hanya saja karena memang stigma mereka juga udah terbentuk akan hal-hal yang menakutkan menjadi alasan untuk tidak melakukan itu,” jelas Shitaa.

Melalui kedua kegiatan ini dirinya mengaku dapat menuangkan ekspresi dan keinginannya untuk mengabdi ke masyarakat, mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang ia miliki. Selain itu juga, mengajak sesama minoritas untuk melakukan hal yang serupa dilakukannya turut menjadi tujuannya.

Shita juga dinilai aktif untuk kegiatan masyarakat yang dilakukan oleh Komunitas Penerima Beasiswa dari Bank Indonesia dan juga Organisasi Kemahasiswaan. Di GenBI USU dan PEMA FEB USU sendiri Shita berkali-kali melakukan kegiatan yang berbaur dengan masyarakat, seperti GenBI Cleaning Project, GenBI Goes to School, GenBI Peduli, Gerakan FEB USU Mengajar dan lain sebagainya. Melalui kegiatan ini, Shitaa mengaku sangat senang dapat berbaur dengan masyarakat yang beragam.

“Sebenarnya aku ingin incorage teman-temanku yang minority juga, bahwa ya perbedaan itu memang ada tapi bukan untuk dihindari. Tapi untuk disatukan, sedangkan kelima jari tangan kita aja bentuknya enggak ada yang sama kan? Jadi apalagi alasan kita untuk tidak bersatu dan berbaur ke masyarakat yang mayoritas?,” sahut shita dengan percaya diri.

Di lain sisi, dirinya juga berkesempatan mengukir prestasi pada Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2018 yaitu The Ship of South East Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP). Dalam kegiatan ini, Shita menjadi delegasi Provinsi Sumatera Utara untuk Indonesia.  Kegiatan ini berlangsung selama 55 hari mengelilingi negara Asia Tenggara dan Jepang dengan menggunakan kapal dari Negara Jepang yaitu Nippon Maru.

Melalui kegiatan PPAN ini pula, Shita menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki keberagaman dan sikap toleransi yang sangat besar. Sebab selama 45 tahun program PPAN ini berjalan, baru Shitaa lah yang menjadi delegasi diluar suku atau etnis asli Indonesia.

“Aku cukup bangga dan bisa membuktikan ke teman-temanku juga.karena what every you are, what every your background is kita itu tetap part of Indonesia, mau kalian chinese atau india yang memang paling menonjol disini, kalian juga memiliki kesempatan dan peluan yang sama,” ucapnya mantap.

*Artikel di atas telah diterbitkan di Radif Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *