Editorial

SHALAWAT KEPADA RASUL ALLAH

shalawatSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
(QS. Al-Ahzab: 56)

Keberuntungan terbesar yang diperoleh oleh ummat Islam adalah mendapatkan seorang pemimpin, pembimbing dan panutan mulia yaitu Rasul Allah Muhammad Saw. Nabi Saw diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam dan penyempurna akhlak manusia. Sehingga Allah SWT sebagai Dzat Maha Mulia memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk selalu bershalawat kepadanya, menyanjungnya, menghormatinya dan mencintainya karena kemuliaan akhlak yang disampaikannya.

Kemulian akhlak yang disampaikan oleh Rasul Allah adalah puncak keindahan pribadinya yang ia sampaikan melalui keteladanan, maupun nasihat kepada kaum muslimin. Menurut Jalaluddin dalam buku Islam Smiles, semua akhlak Rasul Allah terkodefikasi dalam sunnah, yang merangkum seluruh perbuatan (fi’li), perkataan (qauli), serta rekomendasi atau persetujuan (taqriri). Sejak beliau dinobatkan sebagai Rasul hingga keakhir hayatnya. Selama 23 tahun dan menuai hasil yang gemilang.

Dalam kehidupan Rasul Allah, kemuliaan akhlaknya tercermin pada perilaku keseharian beliau. Tutur katanya yang sopan, sifat yang jujur, amanah, menepati janji, penuh kasih sayang, adil, memuliakan perempuan, penyantun, rendah hati, optimis, sabar serta berbagai sifat terpuji lainnya.

Dalam sebuah hadits riwayat yang disampaikan oleh Bukhari dari Abdullah bin Amru berkata bahwa Nabi Saw tidak pernah sekalipun berbicara kotor (keji) dan juga tidak pernah berbuat keji. Nabi pernah bersabda “Sesungguhnya di antara orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya”.

Kemuliaan Rasulullah Saw ternyata tidak sebatas itu saja. Dalam Alqur’an Allah SWT. bahkan memuji keutamaan akhlaqnya. QS. Al-Qalam ayat 4 menjelaskan bahwasanya Nabi Allah Muhammad Saw benar-benar berada diatas akhlak-akhlak yang agung.

Banyak riwayat yang disampaikan oleh para sahabat tentang keagungan dan kemuliaan akhlak Rasul Allah. Setiap sahabat memiliki kesan tersendiri terhadap keagungan akhlak Rasul Allah Saw. yang mereka rasakan saat berinteraksi dengan beliau. Sehingga kalaupun mereka harus menceritakan kemuliaan akhlak Rasul Allah, maka hanya satu sisilah yang dapat mereka sampaikan. Tidak semuanya.

Bahkan Aisyah ra., istri Rasul Allah Saw. ketika diminta untuk menceritakan akhlak Rasul Allah Saw., Aisyah hanya mengatakan, “sesungguhnya akhlak Rasul Allah Saw. itu adalah Al-Qur’an”.

Dari semua kemulian dan keagungan akhlak Rasul Allah, merupakan berkah bagi kaum muslimim yang beriman, untuk itulah sebagai bentuk shalawat dan rasa penghormatan orang-orang beriman kepada Rasul Allah, sudah sepatutnya mengikuti, mencontoh dan mentauladani semua akhlak Rasul Allah.
Wallahu a’lam bish-shawabi

Oleh : Ahmad Syaipudin*
*Penulis Pasca Sarjana IAIN Raden Fatah Palembang
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah