Sastra

Seuntai Harapan dan Mimpi di Puncak Krakatau

Oleh : Muhammad Syaikodir

 

Sore itu suasana begitu hangat, mentari pun mulai untuk memasuki persembunyianya, tepatnya tanggal 13 desember 2012 sesuai  dengan agenda Sispala Rimb Raya saya (kodir), ahmad, Hadi dan Irandi  tanggal 14-16 desember 2012 kami berangkat ke Provinsi Lampung yaitu mengikuti Ekspedisi anak Gunung Krakatu bersama kawan-kawan dari pulau Jawa.

Tepat pukul 16.00 WIB,dengan berbekal tas Cariel (ransel besar) yang berisikan logistic dan perlengkapan ke gunung, kami bersiap untuk berangkat ke anak  Gunung  Krakatau di tengah selat Sunda yang menghubungkan pulau jawa dan pulau Sumatera. Sesudah berpamitan dengan beberapa rekan yang ada di kontrakan saya (Doni, Andika, Agam, dan Rahmad) kamipun berangkat . sembari melambaikan tangan, salah satu rekan kami, Andika berpesan “ kodir  hati-hati be, jangan lupo kabarin kalo sudah sampe jangan lupo pesanan ku” teriakanya sambil melmabaikan tangan. “ yo.. do’ake bae” teriak ahmad dengan  bahasa Palembang.

Dengan menumpang bis kota jurusan KM 12- Kertapati yang penuh sesak dengan penumpang, kami di suguhi dengan music-musik remik. Sesekali biskota yang kami tumpangi terhambat oleh Trafic light dan naik turunya penumpang. Tak terasa begitu lama sekitar pukul 16.30  kami tiba di stasiun kertapati dan salah satu diantara kami langsung mengantri untuk beli tiket jurusan Palembang- Tanjung Karang.

Setelah mendapatkan empat  buah tiket, kami harus menunggu 5 jam untuk jadwal keberangkatan malam pukul 21.00 dan tiba pukul 05.00 WIB. Sembari menunggu berangkat kami sempatkan Sholat asyar dan magrib di masjid KIAI MAROGAN selesai itu saya dan teman-teman duduk santai di tepian sungai Marogan sambil ngobrol-ngobrol yang di iringi desiran angin sungai, tak lupa pula kami sempatkan berfoto-foto di tepian sungai.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kami pun segera ber siap-siap masuk ke dalam stasiun untuk mencari temapt duduk.  Tiupan trompet kereta memenggil kami untuk bergegas dan kami lansung mencari tempat duduk, dan alhasil  tempat duduk kami berempat terpisah, saya dengan Hadi, Irandi dengan penumpang lain begitupun Ahmad sama seperti Irandi.

Kami letakan cariel dan barang-barang di atas bagasi kereta lalu kami beristirahat sembari menunggu pagi. Tepat pukul 05.00 WIB  kereta kami terhambat di perjalalan kami tanyakan ternyata bagian lokomotif kereta ada yang rusak, jadi gerbong inti tempat masisnis harus di ganti. Kereta kami berjalan dengan lambat untuk sampai  di stasiun Lahat  akhirnya jadwal tiba di Tanjung karang molor tidak sesuai jadwal tiba yang ditentukan.

Akhirnya kereta sampai di stasiun lahat untuk melakukan proses pergantian gerbong penarik, setelah di selesai perjalanan menuju Tanjung Karang pun di lanjutkan.

Seakan terhipnotis oleh indahya hutan-hutan di perkampungan dan rumah-rumah penduduk yang kami  lewati, satu persastu dari kami terdiam dan Irandi pun tertidur.  Rasa bahagia semakin memuncak saat bunyi terompet dan gilasan roda semakin melembat, dan kemudian berhenti di Stasiun Tanjung Karang.

“Ran, bangun kita lah sampai”  pinta ahmad sambil memutar kepala Irandi untuk segera bergegas ngambil cariel dan barang-barang. “Ojek-ojek, ojek Bang” tawar tukang ojek kepada kami. “tidak, terimaksih” jawabku.

Setibanya di sana kami jalan-jalan di Pasar tanjung karang untuk mencari peralatan uotdor, setelah mendapatkan apa yang kami cari, lalu kami mencari warung makan untuk santap siang. Setelah itu di lanjutkan dengan naik Angkot jurusan Bandar lampung. Dengan ongkos Rp 20.000 kami berempat diantarkan ke depan kampus UNILA dan di sana sudah ada yang jemput kawan kami yang kenal dari Facebook yaitu Kak Ares dan Yuk Hikmah.

Tepat pukul 13.30 WIB kami tiba di kontrakan yuk Hikmah di belakang kampus UNILA, setelah ngobrol-ngobrol kami tertidur di kontrakan Yuk Hikmah, pukul 16.00 WIB kami di bangunkan yuk Hikmah di suruh mandi dan makan. Setelah itu kami di ajak kelling-keliling Bandar Lampung oleh kak Ares dan kak Teguh satu teman kami yang baru datang juga setelah pulang kuliah di Teknokra.

Dan pukul 19.00 WIB kami mampir di rumah kak Teguh dan kumpul dengan teman-teman untuk bercerita-cerita menyantap Gorengan dan Kopi hitam. Sekitar pukul 20.00 WB saya dan Ahmad kembali ke kontrakan yuk Hikmah untuk mengambil Cariel dan Barang-barang yang kami tinggal tadi dan membawanya kerumah Kak Teguh karna pukul 22.00 WIB kami harus melanjutkan Perjalanan ke Pelabuhan Bakauheni.

Dengan menaiki bus besar  ACEH TRANSPORT kami diantar ke pelabuhan Bakauheni, dan shubuh kami tiba di pelabuhan, kami melakukan sholat shubuh di masjid dekat pelabuhan sembari menunggu rombongan dari Pulau Jawa.

Hanphone saya berdering telfon dari bang yayan pun saya angkat, bang yayan adalah salah seorang pemandu (guide) ekspedisi kerakatau, kapal fery yang beliau naiki baru saja berlabuh di bakauheni yang semula dari pelabuhan Merak.

Setelah para team dan kawan-kawan adventure of Krakatau berkumpul, kita melakukan breaving sebelum di lanjutkan dengan perjalanan berikutnya dan setelah itu di tutup dengan do’a bersama agar di mudahkan dalam perjalanan ke anak gunung Krakatau yang masih memakan waktu selama 5 jam dari pelabuhan Bakauheni, 30 menit naik kendaraan darat dan 4 jam stengah naik kendaraan air yaitu berupa kapal nelayan besar, tapi kalau naik Jet foil hanya 2 jam dari pulau Canti ke anak gunung Krakatau. Dan kami karna ada orang sekitar 35 orang jadi menggunakan kapal nelayan yang sudah kami Charter dari jauh-jauh hari oleh team pemandu.

 

Perjalanan di tengah laut kami lewati dengan penuh semngat dan kegemberian yang amat mengesankan, karena ini baru kali pertama bagi kami mengarungi selat menggunakan kapal nelayan, tidak sedikit dari kami yang berteriak saat  ombak besar menhantam kapal kami di tengah laut. “wow, subhanallah” teriak salah satu teman kami dari Jakarta.

 

Perjalalan yang melelahkan pun akhirnya terbayar sudah dengan panorama indahnya Alam Sekitar anak krakatu, walaupun Nampak begitu panas gunung anak Krakatau tapi kami berusaha untuk menggapai puncak anak Gunung Krakatu.

Malam ini kami ngecamp di bawah kaki gunung anak Krakatau di pinggir pantai pasir putih yang begitu mempesona, dan melakukan ramah tamah bersama teman-teman dari Jogja, Jakarta, Tegal, dan Cikarang.

 

Pukul 05.00 WIB   kami pun harus bangun cuci muka dan bersama-sama mendaki anak gunung Krakatau, perjalanan pendakaian tidak begitu lama hanya memakan waktu sekitar 30 menit, sebelum sampai puncak kami semua di suguhi dengan sengatan Belerang yang menggangu pernapasan kami, dan akhirnya kami semua menutup hidung dan mulut kami menggunakan selaiyer yang kami bawa untuk keselamatan kami.

Allhamdhulilah akhirnya saya, Irandi dan Ahmad adalah orang-orang pertama dari ekspedisi Krakatau yang berhasil mencapai puncak Krakatau. Setelah berfose dengan gaya masing-masing dan berfoto bersama, kami sepakat untuk turun karna memang kondisi yang tidak memungkinkan yang bisa membahayakan keselamatan kami.

Sekitar pukul 09.00 WIB kami berkumpul lagi di camp dan melakukan persiapan untuk packing kembali melanjutkan perjalalan keliling pulau-pulau kecil nan indah di sekitar selat Sunda. Diantarnya pulau Umang-umang, pulau Sabesi, pulau Besar dan pulau-pulau lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu karna lupa namanya.

Banyak kegiatan yang kami lakukan diantarnya yaitu snorkeling, kami melihat pemandangan bawah laut yang begitu mempesona dan menawan. Terumbu karang yang begitu menawan dan ikan-ikan yang begitu unik-unik.

Terakhir ekspedisi kami lakukan di pulau sabesi dan di akhiri dengan foto-foto bersama di pantai pasir putih, dan kembali ke pulau Canti di tempat awal berkumpul sebelum kami ke anak Krakatu. Dan perpisahan terakhir yaitu di dalam angkot, pesan bang yayan sebelum kami kembali ke Palembang “hati-hati ya temen-temen kalau udah sampe kabarin aja, entar kalo ada event pendakian kami kabarin lagi” ungkap ketua ekspedisi Of Krakatau.

Setelah itu kami turun dari angkot dan menunggu mobil untuk pulang ke Palembang di persimpangan Kali anda. Dan akahirnya kami naik mobil travel pukul 05.00 WIB tiba di Palembang dengan selamat. Sekian cerita perjalalan kami suka duka kami rasakan semoga menjadi inspirasi untuk kita semua, perjalanan akan terasa menyenagkan apabila di iringi dengan Persahabatan.

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah