Artikel

Setitik Harapan, Penyelamat Bumi Pertiwi Dari Darurat Sampah

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya/IST

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya/IST

“Indonesia Darurat Sampah”. Statement ini bukan saja menjadi sebuah fakta melainkan volume dan dampaknya sudah memprihatinkan. Hasil riset Jenna Jambeck 2017-peneliti dari Universitas Georgia Amerika– yang dipublikasi oleh jurnal Science menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan negara kedua penyumbang sampah terbesar setelah Tiongkok, yaitu 3.2 juta ton. Sejalan dengan itu, Kementerian Lingkungan Hidup (2012) menyebutkan bahwa rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari total jumlah penduduk. Di tahun 2010 saja misalnya, volume sampah per hari mencapai 200.000 ton yang kemudian di tahun 2012 meningkat menjadi 490.000 ton per hari atau 178.850.000 ton setahun. Dari total sampah tersebut,  50 persen lebih bersumber dari sampah rumah tangga.

Selanjutnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa  volume sampah di Indonesia  berkisar 1 juta meter kubik setiap hari, dimana hanya  42 persen yang bisa  terangkut dan diolah dengan baik. Sebaliknya sampah yang tidak diangkut setiap hari mencapai  348.000 meter atau sekitar 300.000 ton; dalam kondisi terurus oleh masyarakat secara swadaya, atau tercecer dan juga secara sistematis terbuang disembarang tempat. Sementara Kementerian Lingkungan Hidup (2012) juga menyatakan bahwa baru sekitar 24,5 persen sampah ditangani secara benar, yaitu diangkut petugas kebersihan dan dikomposkan sementara sisanya (75,5 persen) belum ditangani dengan baik. Fakta ini diperkuat dengan temuan RISKESDAS 2010 (Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs) yang menyatakan bahwa rumah tangga umumnya menerapkan enam metode penanganan sampah, yaitu: diangkut petugas kebersihan (23,4 persen), ditanam (4,2 persen), dikomposkan (1,1 persen), dibakar (52,1 persen), dibuang di selokan, sungai, dan atau laut (10,2 persen), dan dibuang sembarangan tempat (9 persen).

AKtivitas di TPA Sukawinatan Palembang, Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

AKtivitas di TPA Sukawinatan Palembang, Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

Dalam kaitannya dengan proyek KELOLA Sendang; Kemitraan Pengelolaan Lanskap Sembilang Dangku yang diinisiasi ZSL Indonesia di Provinsi Sumatera Selatan, sampah telah menjadi persoalan serius di 21 Desa intervensi -di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin-; yang berpotensi dan atau atau telah merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat –meskipun volumenya belum teridentifikasi dengan baik- ; kebakaran hutan, banjir, pencemaran air dan udara, pendangkalan sungai, sumber penyakit dan lain sebagainya. Sebagai gambaran dan pembanding saja di Kota Palembang pada 2015, dengan sarana kebersihan yang tersedia yaitu 103 truk sampah, 100 gerobak sampah, 424 TPS, dan 114 alat berat, diperkirakan hanya mampu mengangkut sampah sebesar 567,27 m³ atau hanya 72,73% dari total volume sampah harian sebesar 780 m³. Mencermati fenomena ini maka kegiatan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan khususnya terkait dengan isu sampah di wilayah dan atau Kecamatan intervensi KELOLA Sendang menjadi sangat urgen dilakukan bukan saja untuk mendorong kesadaran melainkan juga agar masyarakat mulai menginisiasi pola pengelolaan sampah berkelanjutan yang berefek pada terciptanya lingkungan yang bersih dan penghidupan yang layak.

AKtivitas di TPA Sukawinatan Palembang, Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

AKtivitas di TPA Sukawinatan Palembang, Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

Merujuk pada hal sebagaimana tersebut di atas, maka pada 17 Agustus 2018 Community Outreach dan Awareness bersama dengan pelajar SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin melakukan Aksi Kampanye Lingkungan Peduli Sampah di acara Karnaval; Perayaan Hari Kemerdekaan RI. Aksi ini dilakukan dalam bentuk Pawai; dari Pusat Kecamatan (Kantor Camat) sampai di lapangan Tungkal Jaya (sejauh 3 Km). Dalam pawai tersebut peserta menggunakan pakaian dan atau gaun yang terbuat dari berbagai sampah bekas; Plastik, Kertas dan lain sebagainya yang didesain dengan berbagai model. Tujuannya adalah untuk; (1) meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan; khususnya sampah, (2) meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dan (3) mendorong perubahan sikap masyarakat dalam hal pengelolaan sampah.

Kampanye Penyadaran Lingkungan; Bebas Sampah,  Dalam Acara Karnafal Peringatan 17 Agustus 2018

Kampanye Penyadaran Lingkungan; Bebas Sampah, Dalam Acara Karnafal Peringatan 17 Agustus 2018. /IST

Ada 2 pesan lingkungan yang disuarakan pada acara itu, yakni; (1)  “2019# Kecamatan Tungkal Jaya Bebas Sampah,  dan (2)Selamatkan Bumi Kami dari Sampah Plastik”. Adapun yang terlibat dalam kegiatan ini adalah masyarakat dan pemerintah se-Kecamatan Tungkal Jaya dengan peserta lebih dari 2000 orang. Sementara pertisipan khusus dari Coomunity Outreach dan Awareness dengan pelajar binaannya adalah 150 orang, yakni 40 laki-laki dan 110 perempuan. Selain menampilkan berbagai Fashion Show; Gaun yang terbuat dari daur ulang sampah,  Coomunity Outreach dan Awareness  juga menampilkan tari-tarian lokal, yakni Harmoni Gala Tama yang setiap gerakannya mengartikulasikan pelestarian lingkungan Desa; Kampanye Lingkungan Berbasis Budaya. Selanjutnya, Berdasarkan penilaian panitia, aksi yang dilakukan   Coomunity Outreach dan Awareness bersama pelajar ini mendapat nilai tertinggi; diapresiasi dan ditetapkan sebagai Juara I dan atau partisipan terbaik se-Kecamatan Tungkal Jaya.

Selanjutnya pada 20 Agustus 2018,  Community Outreach dan Awareness kembali melakukan kegiatan aksi peduli lingkungan dan atau kampanye lingkungan terkait dengan pengelolaan sampah berkelanjutan di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Karnafal sebelumnya; pada perayaan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018 yang dipertujukkan pada publik.

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya/IST

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya/IST

Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan itu adalah pelajar SMA Negeri 1 Tungkal Jaya dengan jumlah 286 orang, yang terdiri dari 120 laki-laki dan  166 perempuan. Selain Fashion show dan atau pertunjukkan gaun daur ulang sampah plastik, dalam kegiatan ini juga Community Outreach dan Awareness memberikan materi: Pola Pemilahan Sampah Plastik, Kertas, Besi dan Sisa Makanan (organik dan an organik) dan Kelembagaan Sampah. Khusus untuk Fashion Show, pemenangnya oleh Community Outreach dan Awareness diberikan hadiah dan juga Piala; pemenang 1, 2, 3, dan 4. Adapun pemenang acara lomba Fashion antar pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya ini adalah, juara 1: Feby Yanti Rulenza, juara 2: Seli, juara 3: Pasangan Eko Heriyanto dan Mira Indriani, dan juara 4: Linda Risky.

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya

Gaun Daur Ulang Sampah; Plastik, Kertas, Karung etc, Dalam Acara Fashion Show Tingkat Pelajar Se-SMA Negeri 1 Tungkal Jaya

Pada dasarnya hasil yang diharapkan dari rangkaian kegiatan penyadaran lingkungan; Menuju Generasi Hijau Cerdas Lingkungan oleh Community Outreach dan Awareness –ZSL KELOLA Sendang- adalah; (1) meningkatnya pemahaman masyarakat dalam hal pengelolaan sampah, (2) meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap sampah serta pengelolaannya  yang berkelanjutan, dan (3) terbentuknya Kader Konservasi lingkungan. Khusus untuk Kader Konservasi Lingkungan yang terbentuk dalam kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya Generasi Hijau yang cerdas lingkungan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan peran dan target pelestarian lingkungan yang obyektif dan terukur, dalam hal: (1) perlindungan sistem penyangga kehidupan, (2) pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, dan (3) pemanfaatan sumber daya alami hayati dan ekosistemnya secara lestari. Adapun struktur Pengurus Kader Konservasi; Generasi Hijau Cerdas Lingkungan Kecamatan Tungkal Jaya Periode 2018-2019 yang telah terbentuk adalah: (1) Ketua; Rahmad Adi Nugroho, (2) Wakil Ketua; Anggi Prayogi, (3) Sekretaris; Selvi Adisti, (4) Bendahara; Susan, (5) Anggota: Bambang Sujiono, Padli Ilmansyah, Bayu Sain, Meri Meliani, Alda Yulia, M. Hufron, Andre Wijaya, Eggi Saputra, dan Metia. Total Kader Konservasi yang menjadi pengurus dan anggota adalah 13 orang dengan total 8 laki-laki dan 5 orang perempuan.

Akhirnya, Dari SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Kita Rintis dan Ciptakan Generasi Hijau Cerdas Lingkungan; Menuju Kemitraan Pengelolaan Lanskap Yang Berkelanjutan. Semoga..

 

Penulis : LA ODE MUHAMMAD RABIALI (Community Outreach and Awareness Coordinator; Kemitraan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Sembilang Dangku -ZSL Indonesia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah