Puisi

Sesendok Gula di Cawan Teh

Sumber foto : Internet

 

Oleh : Alfiansyah

 

1.
Manis, seperti bibirmu yang kau sentuhkan di wajahku.

Kau lumat jidatku

kau torehkan cinta di mataku.

 

2.
Pahit, ini terasa saat detik terakhir

kau tinggalkan diriku.

Menyisakan air mata

tinggalkan tubuh rentah

yang tak sempat kau peluk.

 

‘Perempuan,
—mana yang bisa kucintai ?

Sementara semua menyimpan dusta.

Tapi, kau malah

menuai babak baru :

tentangku yang kehilanganmu

mengusik-usik rindu.

 

3.
Setulus cinta yang

tertuang di dalam cawan teh ini.

Takkan kusisakan pahit sedikitpun.

Lalu air mata

kuaduk dengan sesendok gula.

Hingga manis rasanya

tak lagi menyisakan luka.

 

 

Palembang, 4 April 2018

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah