Gallery

Seminar Kebangsaan Cegah Maraknya Isu Komunis

Seminar kebangsaan membahas tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Sabtu (18/6/16) di Ruang Munaqosah Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN RF Palembang.

Seminar kebangsaan membahas tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Sabtu (18/6/16) di Ruang Munaqosah Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN RF Palembang.

 

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Maraknya isu komunis beberapa bulan lalu menjadikan Kepala Bagian Persidangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Kabag Persidangan MPR RI), Oni Ariief Benyamin, memberikan wanti-wanti kepada mahasiswa seluruh Sumatera Selatan untuk tidak laten dengan ideologi komunis tersebut.

Menurutnya, ideologi komunis itu tidak akan mati merongrong ideologi Republik Indonesia. “Apalagi ideologi ini sudah tersebar di internet. Sehingga mudah diakses oleh siapapun,” ujarnya pada Dialog Publik dan Buka Bersama oleh Forum Kebangsaan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang.

Seminar kebangsaan ini membahas tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Sabtu (18/6) di Ruang Munaqosah Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN RF Palembang.

“Untuk melawan ideologi-ideologi yang tak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia ini, makanya kita harus kembali ke ideologi pancasila sebagai pengikat bangsa,”jelasnya.

Oni menambahkan, apabila mahasiswa tidak memahami pancasila maka bahaya menghantui.  Karena ideologi komunis tak mengenal Tuhan. Sedangkan bangsa Indonesia masyarakatnya adalah ummat beragama,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III UIN RF, Rina Antasari menyampaikan bahwa mahasiswa harus memaknai empat pilar berbangsa bernegara ini. “Dengan memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini maka kita bisa mengarungi dan menjaga kesatuan bangsa kita ini,” katanya.

Rina menerangkan, beragamnya ras, suku, bahasa dan agama menjadi masalah utama bangsa Indonesia apabila tidak saling menghargai dan saling menghormati.

“Dan upaya keutuhan bangsa Indonesia itu sudah ada dalam Pancasila. Mulai dari ketuhanan, keadilan, persatuan dan musyawarah telah dirangkum dalam pancasila, begitu juga tujuan Republik Indonesia telah ada dalam UUD 1945,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Dialog, Teguh Widodo, menekankan pentingnya mahasiswa untuk belajar masalah kenegaraan.  “Supaya rasa nasioalisme tumbuh dan saling bahu membahu membangun bangsa,” tuturnya.

Dialog ini dihadiri mahasiswa dari berbagai universitas seperti UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhamadiyah dan Bina Husada.

 

Reporter : Ppn,Kia,Ica

Editor : Von

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah