Lingkungan

Sekolah Konservasi, Buktikan Mapala Ikut Jaga Alam

Sebanyak 57 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan sekolah konservasi yang dilaksanakan selama tiga hari di aula Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Senin (7/8/17). ukhuwahnews/Nuzul Hidayat.

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Jika alamnya rusak, maka satwanya akan ikut rusak, oleh karena itu sudah semestinya, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) harus membuktikan ikut membantu menjaga alam. Hal tersebut disampaikan Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Kampus (UKMK) Mapala Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF), Zairin Bachri dalam pembukaan kegiatan sekolah konservasi, di aula Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Senin (7/8/17).

Dalam sambutannya, sekolah konservasi yang digelar Mapala UIN RF ini seperti artinya, konservasi yaitu perlindungan atau pemeliharaan. Hal ini, sudah tentu tugasnya Mapala agar dapat membantu menjaga alam.

“Dengan adanya sekolah konservasi ini, kita belajar apa yang perlu dipelajari untuk alam ini. Tugas kita pecinta alam, membantu menjaga alam.Sama-sama jaga lingkungan, jaga satwa kita,” tutur Zairin.

Menurut Zairin, pengusaha perkebunan di Sumatera Selatan (Sumsel) ini yang berperan besar akan rusaknya alam. Berbeda dengan masyarakat biasa yang paling luas hanya bisa menggarap tanah hingga dua hektar untuk ditanami, dan tidak mengganggu alam.

“Tugas kita pecinta alam, menjaga alam,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Mapala UIN RF, M. Jaka swarna menyampaikan dengan sekolah konservasi yang digelar selama tiga hari ini, dapat menciptakan kader-kader yang konsisten terhadap konservasi dan bertanggung jawab akan alam yang lestari.

“Sekolah konservasi terbagi tiga bagian, presentasi hewani dan hayati, investigasi satwa, serta  pembahasan tentang hewan-hewan langka yang harus dilindungi,” kata Jaka.

Tentu, dengan sekolah konservasi ini 57 orang peserta yang berasal dari Mapala berbagai daerah di Indonesia, bisa dipraktekkan pada daerahnya masing-masing.

Sekolah Konservasi ini juga disambut baik dari pihak Rektorat UIN RF, yang diwakili Wakil Dekan III Fakultas Sain dan Teknologi (Saintek), Syarifah mengatakan bahwa dengan adanya sekolah konservasi ini mahasiswa menjadi harus tau bagaimana cara melakukan konservasi alam.

“Jelas sekali, tidak hanya sekolah berupa materi saja. Harus ada aplikasinya, atau langkah yang dimulai dari diri kita sendiri,” Tutur Syarifah.

Reporter : Yat, Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah