Fakultas Dakwah & Komunikasi

Sejarah Pembentukan AMDIN

Suasana Rapat Kerja Wilayah 1 Sumatera, Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia pertama kali digelar di Gedung Academic Centre Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Kegiatan itu berlangsung hari ini (14/5/18).Ukhuwahfoto/Amin Q. F.

Suasana Rapat Kerja Wilayah 1 Sumatera, Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia pertama kali digelar di Gedung Academic Centre Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Kegiatan itu berlangsung hari ini (14/5/18).Ukhuwahfoto/Amin Q. F.

UIN RF – Ukhuwahnews.com | Ketika beberapa mahasiswa fakultas dakwah bertemu di Jogjakarta, lalu mereka saling bincang dan berencana menyatukan seluruh mahasiswa fakultas dakwah di Indonesia. Kata Febri Aswiansyah, itulah awal mula terbentuknya Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin) yang diresmikan pada 25 September 2012.

Kemarin (14/5/18), Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF), mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah Sumatera Amdin, dan Febri menjadi Ketua Pelaksananya.

Febri menjelaskan bahwa acara tersebut dihadiri oleh 11 perguruan tinggi di Sumatera yang memiliki fakultas dakwah, meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Lampung. “Pada pelaksanaan, ternyata ada 30 peserta yang datang dari perwakilan masing-masing provinsi,” katanya.

“Seharusnya Aceh juga turut hadir, tapi karena berbenturan dengan jadwal ujian mereka serta ada yang ketinggalan mobil sehingga gagal hadir,” tambahnya.

Rapat kerja kemarin juga telah melantik kepengurusan 2018. Yunita Dwi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, terpilih menjadi Ketua Amdin 2018. Ia menuturkan, bahwa anggota asosiasi itu adalah seluruh mahasiswa fakultas dakwah. “Termasuk alumninya yang masih ingin berkecimpung dalam memajukan fakultas dakwah,” katanya.

Koordinator wilayah, Angga Pranata dari UIN Raden Intan Lampung menjelaskan bahwa Amdin adalah wadah mahasiswa dakwah untuk berdiskusi, tempat berkonsultasi jika ada masalah.

“Kita berdiskusi membahas peningkatan akreditasi, kurikulum dan setelah lulus mahasiswa dakwah akan melakukan apa,” tuturnya.

Ia juga berharap, birokrasi kampus, dan elemen-elemennya men-support penuh agar dapat memajukan Amdin.

Menjawab itu, Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN RF, Manalullaili mengatakan bahwa UIN RF sangat mendukung kegiatan Amdin.

“Kegiatan ini positif, contohnya saja sesama fakultas dakwah dapat saling berbagi informasi, dan mencari solusi bersama mengatasi permasalahan jika ada,” katanya.

Namum sayangnya, menurut Manalullaili, asosiasi ini belum tersosialisasi pada seluruh mahasiswa. “Hanya mahasiswa yang bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang mengetahui Amdim,” tambahnya.

Karenanya, melalui asosiasi ini Ia berharap seluruh Mahasiswa tidak seperti katak dalam tempurung, yang merasa hebat di tempat sendiri.Tapi juga melihat bahwa banyak yang lebih hebat,” tutupnya.

Reporter : Fitria, Theresia, Syarifah

Editor : Wilfi Wulandari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah