Sebarkan Virus Literasi Ke Masyarakat Melalui Komunitas Literasi Jalanan

Foto : IST

Di Era modern ini teknologi sebagai dasar dari perkembangan jaman, mulai dari anak kecil sampai dewasa telah menguasai teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tak dapat dibatasi membuat banyaknya anak-anak hanya terfokus untuk bermain gawai tanpa memperdulikan keadaan sekitar mereka. Teknologi selain memberikan hal baik juga dapat memberikan hal buruk kepada anak-anak. Salah satunya kurangnya minat dalam membaca buku, alasanya tidak hanya gawai saja namun juga karena orang dewasa tidak memperkenalkan buku sejak kecil kepada anak-anak. Hal itu membuat anak-anak tidak tertarik membahas maupun mengenal tentang buku, padahal buku adalah jendela dunia.

Semakin banyak membaca juga semakin luas pengetahuan kita. Maka dari itu, semakin melihat perkembangan jaman dan berkurangnya minat literasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang mencetuskan untuk membuat Komunitas Literasi yang bernama Library Science Community. Yang ditujukan untuk menyebarkan virus literasi di kalangan generasi muda seperti kepada masyarakat terutama anak-anak. Library Science Comunity (selanjutnya disingkat LSC) berkecimpung dalam kegiatan penyebaran virus literasi dengan kegiatan yang sedang di lakukan saat ini adalah ‘Lapak Baca’ yang diadakan setiap akhir pekan di Taman TVRI.

Semenjak diadakannya Lapak baca masyarakat sekitar menerima dengan baik karena di lapak baca bukan hanya sekedar buku yang disajikan namun juga edukasi melalui menggambar, mewarnai, bermain ular tangga raksasa, dan Panggung dongeng yang dikelola oleh anggota Komunitas LSC.

Sejak dibukanya Lapak Baca tersebut anak-anak di lingkungan sekitar mulai tertarik dengan dunia buku. Saya berharap semakin banyak generasi penerus yang sadar dengan pentingnya literasi di generasi muda dan semaki banyak komunitas-komunitas baca yang ada agar anak-anak tidak hanya mendapat edukasi di bangku sekolah namun juga dapat edukasi membaca diluar sekolah tidak hanya membaca tapi juga bermain.

 

Penulis : Nurjannah Saputri (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *