Satwa, Air, dan Lahan Hancur Akibat Hutan yang Rusak

Anggota Zoological Society of London (ZSL) Laode Muhammad Rabiali sedang memberikan penjelasan tentang Lanskap dalam diskusi publik “Membaca Lanskap Sriwijaya” di UIN RF Palembang. Sabtu (10/11/18). Doc. Ukhuwah

UIN – Ukhuwahnews.com | Salah satu anggota Zoological Society of London (ZSL) Laode Muhammad Rabiali menjelaskan pentingnya melakukan pemeliharaan hutan, begitu juga pasca kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera Selatan. Dilansir dari tempo.co kebakaran tersebut merusak 612 Ha hutan.

“Mengingat kebakaran hutan tahun 2015 silam, berdampak kerusakan terhadap satwa, air dan lahan yang hancur,” ujarnya saat kegitan diskusi publik “Membaca Lanskap Sriwijaya” oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah di ruang VIP ­Academic Center Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Sabtu (10/11/18)

Lulusan Universitas Gajah Mada Jurusan Kehutanan itu mengatakan, akibat dari pembakaran hutan tersebut akan muncul bencana alam karena hutan yang telah rusak, seperti banjir dan tanah longsor.

“Ketika pohon terakhir sudah ditebang, Sungai terakhir telah kering, dan ikan terakhir sudah ditangkap maka manusia baru sadar bahwa uang tidak bisa untuk dimakan,” tuturnya

Disukusi Publik itu merupakan bagian dari rangkaian acara kegiatan Peliputan dan Pelatihan Jurnalis Mahasiswa se-Indonesia (PPJMI) yang diselenggarakan oleh LPM Ukhuwah. Dan akan berlangsung di Lanskap Sembilang Dangku, Sumatera Selatan.

Dalam acara yang sama, Salah satu dosen UIN RF Dr. Tarech Rasyid juga mengatakan pendekatan Lanskap sangat penting untuk dikaji sebagai bentuk peduli Lanskap terkhusus wilayah Sembilang Dangku.

“Kita harus mengetahui prinsip pendekatan Lanskap, salah satunya mengetahui hak dan kewajiban, pengawasan dan partisipasi dalam masyarakat” pungkasnya.

 

Reporter : Yuni, Sherly

Editor : Fitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *