Puisi

SABDA DI ATAS DOA (Kumpulan Puisi Mita Rosnita)

Sumber : Internet

SABDA DI ATAS DOA

 

Kita adalah yang terlalu bungkam

Merahasiakan kegelisahan dalam tutur

Untuk apa elegimu? juga aku?

Semesta tak perlu rayumu, juga aku.

Sudah cukup mencekik kah rindumu padaku? Atau terlalu meronta kah tangisku untukmu?

Sssttt, diamlah. Sekali lagi, cukupkan rindumu. Karena dongengku malam ini terdengar elok untuk memulaskan doamu.

 

_________________________

 

AKU ADALAH GELISAHMU

 

Dalam ruang berlantaikan pualam

Kita gagu kemudian membodoh

Sunyi, kau buat mataku bisu arah pandang

Gaduh, kau cekik erat leher padatku

 

Hampir mati aku karenamu

Tinta pena kau sumbat sambat

Berayun kanan-kiri kau buat kini

Kau dan lolongan serta keramaian

Aku dan diam berteman sepi

 

Untuk kopi atau susu bahkan racun yang tersaji

Kita tetap sama bukan? Mencari kenikmatan, menciptakan gairah untuk bernafas berkali-kali lagi.

 

Kau berotak, aku berhati. Sampai malam dengan bising bayu berikut tamparannya, aku masih disini. Berdiri sampai mati atau mati untuk hidup kembali.

Pesanku satu, teruslah menari dengan kendali bukan menunggu hanya karena nafsu.

 

 

Puisi karya : Mitarose

Perempuan Tanpa Jakun

Palembang, 28 Januari 2019

Ogan Ilir, bertemankan gemuruh hujan bermandikan cahaya redup.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah